Saksi Parpol Hentikan Rekapitulasi Suara di Linggosari Baganti, Ternyata Ini yang Terjadi

"Saya sebagai saksi (partai politik) ingin penghitungan suara ini diulang"
Salah seorang saksi Partai Nasdem sampaikan komplain saat proses rekapitulasi (Kiki Julnasri/KLIKPOSITIF)

PESSEL, KLIKPOSITIF -- Seorang saksi salah satu partai politik di Kabupaten Pesisir Selatan-Sumatera Barat meminta penyelenggara Pemilu di Kecamatan Linggosari Baganti menghentikan penghitungan suara dan meminta dilakukan penghitungan ulang.

Saksi tersebut mendatangi tempat rekapitulasi suara tingkat kecamatan setempat, Selasa 23 April 2019. Saksi partai mendatangi PPK dan meminta penyelenggara meminta penghitungan surat suara diulang dan dilakukan secara transparansi.

"Saya sebagai saksi (partai politik) ingin penghitungan suara ini diulang. Kerena ada hal-hal yang kami nilai tidak adil dan banyak ditemukan indikasi kecurangan dalam penghitungan suara," sebut Sel Aldi salah seorang saksi dari partai Nasdem di Kecamatan Linggosari Baganti saat mendatangi tempat rekapitulasi suara di kecamatan setempat.

Sel Aldi menjelaskan, salah satu transparansi yang dinilai tidak dijalankan penyelenggaran pemilu, adalah terkait Undang-undang nomor 7 tahun 2017 tetang Pemilu yang menuntut PPS wajib mengumumkan salinan sertifikat hasil penghitungan suara di seluruh TPS di wilayah kerjanya dengan cara menempelkan salinan tersebut ditempat umum.

"Aturan ini jelas kami pahami dalam pasal 193 tetang Undang-undang Pemilu Nomor 7 Tahun 2019. Dan kami pantau tidak dilaksanakan sesuai aturan, dan tentu sudah menyalahi aturan," terangnya.

Sel Aldi mengakui, hal tersebut terpantau empat hari setelah pencoblosan pada Rabu 17 April 2019 lalu. Di mana, setiap salinan sertifikat hasil penghitungan suara tidak terlihat di setiap TPS, dan salinan C1 yang diterimanya dari KPPS tidak sama, padahal dengan saksi caleg partai yang sama.

"Ada apa di sini (perbedaan), C1 yang ada pada kami tidak sama dengan salinan C1 saksi caleg lainnya. Apakah salinan yang kami terima tidak sah, padahal dari sumber yang sama (KPPS)," ungkapnya.

Lanjutnya, dengan adanya temuan tersebut, pihaknya meminta pihak penyelenggara pemilu di kacamatan ... Baca halaman selanjutnya