Kakao Tak Produktif, Warga di Padang Pariaman Kini Bertanam Jagung

"sejumlah warga pada kawasan Sungai Limau, Sungai Geringgiang dan Aur Malintang terpantau mengolah kembali lahan pertanian mereka"
ilustrasi kakao (net)

PADANG PARIAMAN, KLIKPOSITIF -- Rusaknya tanaman Kakao atau tanaman yang dikenal luas dengan sebutan coklat membuat sejumlah petani di Kabupaten Padang Pariaman membabat tanaman itu. Kemarin, sekitar tiga hektar lahan kakao yang tersebar di beberapa titik dibabat dan diganti dengan tanaman jagung.

Seminggu belakangan, sejumlah warga pada kawasan Sungai Limau, Sungai Geringgiang dan Aur Malintang terpantau mengolah kembali lahan pertanian mereka. Warga mengganti tanaman coklat yang tak kunjung membaik dengan tanaman jagung.

Hal tersebut diprediksi oleh pihak Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Pariaman guna mendongkrak jumlah produksi jagung sekitar 30 persen. Untuk total produksi jagung milik petani sendiri yakni, 54848,01 ton atau naik sekitar 50 persen dari tahun sebelumnya, yaitu 29735,00 ton.

Taufik dari Bagian Perkebunan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan mengatakan, 17 Kabupaten yang ada di Padang Pariaman merupakan daerah yang paling luas lahan tanaman jagung. "Untuk tanaman terluas ada di Lubuk Alung, yaitu 3.638 hektar," kata Taufik, Selasa 23 April 2019.

Ditambahkannya, untuk tahun berikutnya diperkirakan lahan tanaman jagung akan meningkat sekitar 20 hingga 30 persen. "Terpantau juga banyak lahan baru yang dibuka petani untuk tanaman jagung. Ini tentu akan menambah luas lahan serta produksi tanaman kedepannya," katanya.

Sementara itu, salah seorang warga Aur Malintang, Panjul (29) mengatakan, hampir satu hektar lahan miliknya tak menghasilkan apa-apa. "Ya, lahan itu saya tanam coklat. Sekarang coklat sakit-sakit terus gak bisa diobati, buah tanaman membusuk," kata Panjul.

Disebutkannya, semua tanaman coklat yang ada memang direncanakan akan dibabat dan diganti dengan jagung. "Kalau jagung sih lumayan sekarang. Harga tetap stabil. Sebenarnya tanaman coklat lebih tinggi nilai jual, namun karena itulah (penyakit tanaman) jadi gak bisa dapat untung," jelasnya.

[Rehasa]