Diduga Lakukan Politik Uang, Oknum Caleg di Limapuluh Kota Dilaporkan Masyarakat ke Bawaslu

Ilustrasi
Ilustrasi (KLIKPOSITIF/Taufik Hidayat)

LIMAPULUH KOTA, KLIKPOSITIF -- Diduga melakukan pelanggaran Pemilu berupa politik uang atau money politik, salah seorang oknum calon legisltatif ( Caleg ) untuk DPRD Kabupaten Limapuluh Kota Daerah Pemilihan (Dapil) 2 Kecamatan Kapur IX dan Kecamatan Pangkalan Koto Baru dilaporkan warga ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Rabu (24/4) sore.

Laporan warga tersebut tercatat pada tanda bukti penerimaan laporan Bawaslu Kabupaten Limapuluh Kota tanggal 24 April 2019 dengan Nomor:006/LP.Berkas/Kab/03.10/IV/2019.

baca juga: Legislator Kritik Syarat Pengajuan Calon Kepala Daerah pada Draft RUU Pemilu

Dari laporan tersebut diketahui warga yang melaporkan adalah Dedi Putra yang merupakan Ketua Pemuda Jorong Kota Masjid, Nagari Gunuang Malintang, Kabupaten Limapuluh Kota.

"Iya, hari ini saya melaporkan seorang Caleg ke Bawaslu atas dugaan pidana Pemilu , yaitu politik uang di Nagari Gunuang Malintang," ujar Dedi, Rabu 24 April 2019.

baca juga: Ketua Bawaslu Sumbar Serahkan Bantuan Baju Hazmat untuk RSUD Achmad Darwis Lima Puluh Kota

Dijelaskan Dedi, dugaan money politik tersebut dilakukan Caleg dari Partai Hanura atas nama Gustiranda pada 15 April 2019 atau H-2 menjelang hari pencoblosan. Hal itu diketahui Dedi, setelah warga mulai resah atas adanya dugaan money politik yang dilakukan salah seorang Caleg di daerahnya.

"Dari informasi yang kami terima, masing-masing warga diberi uang senilai Rp50 ribu. Untuk yang melapor ke kami itu ada sekitar lima orang," jelas Dedi.

baca juga: Luncurkan Indeks Kerawanan Pilkada, Bawaslu Harap Kerja Sama Pemangku Kepentingan

Lebih lanjut, pria 30 tahun itu menyebut, laporannya ke Bawaslu Kabupaten Limapuluh Kota tersebut juga disertai beberapa barang bukti.

"Diantara yang kami serahkan adalah kartu nama Caleg tersebut," terangnya.

baca juga: DKPP Copot Ketua KPU Bukittinggi, Sekretaris: Belum Terima Surat

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Limapuluh Kota, Yoriza Asra yang dihubungi KLIKPOSITIF , Rabu (24/4) sore membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan terkait dugaan pelanggaran Pemilu yang dilakukan salah seorang Caleg di Dapil 2.

"Iya, tadi ada laporan masuk tapi kami harus mengkaji dulu apakah prosesnya bisa dilanjutkan atau tidak. Yang pasti kami akan bahas dulu," jelasnya.

Dikatakan Yori, dalam waktu tiga hari ke depan, pihaknya akan memutuskan apakah laporan masyarakat tersebut bisa teregistrasi atau tidak.

"Setelah ada keputusan baru kami putuskan. Kalau memang bisa teregister tentu prosesnya akan dilanjutkan dengan pemanggilan saksi, pelapor, dan juga yang bersangkutan," pungkasnya. (*)

Penulis: Taufik Hidayat