'Writing for Online Media' Mahasiswa Politeknik Negeri Padang Belajar Materi Jurnalistik

"kuliah umum ini merupakan bagian dari program studi untuk mahasiswa Bahasa Inggris agar mereka bisa mengetahui tentang cara menulis di media online."
50 orang mahasiswa Jurusan Bahasa Inggris, Politeknik Negeri Padang, Sumatera Barat mengikuti kuliah umum dengan tema 'Writing for Online Media' (net)

KLIKPOSITIF-Sedikitnya 50 orang mahasiswa Jurusan Bahasa Inggris, Politeknik Negeri Padang, Sumatera Barat mengikuti kuliah umum dengan tema 'Writing for Online Media' di salah satu ruangan kampus setempat, Rabu (24/4/2019).

Sekretaris Jurusan Bahasa Inggris Dhini Aulia mengungkapkan, kuliah umum ini merupakan bagian dari program studi untuk mahasiswa Bahasa Inggris agar mereka bisa mengetahui tentang cara menulis di media online.

"Mereka kan juga belajar tentang media online dan broadcast, nah dengan mengadakan kegiatan ini mereka langsung berinteraksi dengan orang yang ahli di bidangnya," ujar Dhini.

Menurutnya, dengan memahami tentang media online dan teknik menulis berita, setidaknya ketika nantinya mereka wisuda akan ada banyak pilihan dalam dunia kerja.
"Kita berharap semua mahasiswa yang ikut kuliah umum ini, bisa menyerap ilmu yang diberikan pemateri dengan baik," jelasnya.

Salah seorang dosen di kampus tersebut yang juga bertindak sebagai moderator, Sumira menyatakan kegiatan ini diyakini akan bisa menjadi ajang bagi mahasiswa untuk mengetahui lebih dalam terkait dunia jurnalistik terutama media online.

"Kita berharap setelah ini mereka bisa mengasah kemampuannya lebih jauh lagi terkait jurnalistik," ujarnya.

Alif Ahmad Pemimpin Redaksi Covesia.com yang bertindak sebagai pemateri dalam kuliah umum tersebut, mengungkapkan di era serba internet saat ini keberadaan media online sangat dibutuhkan masyarakat.

"Kini faktanya penggunan internet dan pembaca media olnine terus mengalami peningkatan," jelasnya.

Namun akibat boomingnya media online saat ini, Alif mengingatkan agar mahasiswa bisa membedakan mana berita yanh sesuai fakta atau hoaks.
"Kita tidak bisa memungkiri banyak berita hoaks bertebatan di media sosial, inilah tanggung jawab kita bersama agar hoaks bisa kita basmi," jelasnya.