Perkuat Program P4GN, BNNK Payakumbuh Gelar Sosialisasi Pada Tokoh Masyarakat

BNNK Payakumbuh Sosialisasi bahaya narkoba
BNNK Payakumbuh Sosialisasi bahaya narkoba (Ist)

PAYAKUMBUH, KLIKPOSITIF -- Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Payakumbuh gelar sosialisasi pada tokoh masyarakat se-Kecamatan Payakumbuh Selatan, Rabu 24 April 2019.

Sosialiasi yang berlangsung di Hotel Mangkuto ini menghadirkan 50 peserta dari unsur LPM, PSM, Karang Taruna, Bundo Kanduang, dan RW.

Kepala BNNK Payakumbuh AKBP Firdaus ZN saat dihubungi KLIKPOSITIF mengatakan pada rentang waktu Januari hingga Juni 2018 tahun lalu, tercatat 15 kasus dan 28 tersangka yang terjerat dalam kasus narkoba.

Baca Juga

Menurutnya permasalahan peredaran narkoba ini telah menyasar hingga ke desa-desa karena beberapa hal seperti rasa ingin tahu, ikut-ikutan teman, ingin bersenang-senang. Selain itu, ini juga dinilai sebagai bisnis menjanjikan tanpa memikirkan resiko yang akan diterima nantinya.

"Salah satu upaya yang dilakukan BNN adalah pemberdayaan masyarakat dimana juga tertuang dalam Mandat UU 35/2009 tentang Narkotika. Dalam pasal 70 ayat e dan f, BNN bertugas memberdayakan masyarakat dalam P4GN dan prekusor narkotika. Kemudian memantau, mengarahkan, dan meningkatkan kegiatan masyarakat dalam P4GN dan prekusor narkotika," kata AKBP Firdaus ZN.

Selain itu, juga melakukan Dayamas dalam Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), dimana ini adalah upaya memobilisasi seluruh sumber daya yang ada untuk meningkatkan keberdayaan masyarakat dalam penanganan narkoba.

Meliputi aspek pencegahan, rehabilitasi, dan pemberantasan. Objek pemberdayaan masyarakat anti narkoba ini dikatakannya meliputi pemerintah, swasta atau dunia usaha, dan masyarakat seperti Kelurahan, LSM, NGO, ormas, dan oganisasi profesi serta lainnya.

"Sebelumnya kami dari BNNK Payakumbuh juga telah melaksanakan kegiatan Rapat Koordinasi Antar Pemangku Kepentingan di wilayah Kota Payakumbuh yang dihadiri 15 orang yang berasal dari lembaga rehabilitasi instansi pemerintah dan komponen masyarakat yang telah bekerjasama dengan BNNK Payakumbuh," ujar Kepala BNNK Payakumbuh.

Ia menambahkan bahwa Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) yang merupakan pusat kesehatan masyarakat, rumah sakit, dan/atau lembaga rehabilitasi medis dan lembaga rehabilitasi sosial yang ditunjuk oleh pemerintah di Payakumbuh ada dua. Ia menjelsakan yang pertama adalah IPWL Sumbar dari dinas kesehatan yaitu Puskesmas Payolansek dan IPWL Kemensos di Sumbar yaitu LSM Generasi Muda Payakumbuh (GEMPA).

"Sedangkan lembaga rehabilitasi yang telah dipetakan oleh BNNK Payakumbuh adalah Kantor BNNK Payakumbuh, Yayasan Warih Pusako di Situjuah, Benteng Clinic dan Aqilla Clinic. Kemudian juga ada beberapa puskesmas seperti Puskesmas Tarok, Puskesmas Tiakar, dan Puskesmas Lampasi serta LSM Gempa," kata Kepala BNNK Payakumbuh didampingi Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat Indra Yulita.

Kegiatan sosialisasi ini sendiri menurut Kepala BNNK Payakumbuh adalah untuk dapat mengidentifikasi permaslahan yang di hadapi oleh LRIP dan LRKM dalam pelaksanaan layanan rehabilitasi bagi pecandu dan korban penyalahguna narkotika di Kota Payakumbuh. Kegiatan sosialisasi ini sendiri juga dihadiri oleh Kasi Pencegahan Pengendalian Penyakit Masyarakat Dinas Kesehatan Fatmanelly dan Kanit Bintibmad Sat Bimmas Polres Payakumbuh Ipda. Jhonhardy.

(Ade Suhendra)

Video

Kakek yang Viral Beli Obat dengan Uang Mainan Akan Segera Umrah

YouTube channel KlikPositif.com

Penulis: Rezka Delpiera