Petugas KPK Bawa Dua Koper dan Map dari Penggeledahan Rumah Diduga Kediaman Bupati Solsel

"Petugas yang sebelumnya dikawal oleh beberapa personel kepolisian tersebut kemudian langsung pergi menggunakan mobil warna hitam dengan nomor polisi BA 1554 AY"
Petugas KPK meninggalkan kediaman yang digeledah di padang, Kamis (25/4) (KLIKPOSITIF/ Halber)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Lima dari enam orang petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menggeledah rumah dengan nomor S 12 di Jalan Tanjung Karang, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang terpantau membawa beberapa barang dari dalam rumah tersebut.

Dari pantauan KLIKPOSITIF.com barang yang dibawa keluar dari rumah tersebut setelah melakukan penggeledahan selama kurang lebih dua jam, sekitar pukul 12.00 WIB, membawa dua unit koper berwarna hitam. Selain itu, ada yang terlihat membawa map berwarna biru.

Petugas yang sebelumnya dikawal oleh beberapa personel kepolisian tersebut kemudian langsung pergi menggunakan mobil warna hitam dengan nomor polisi BA 1554 AY.

Saat keluar dari rumah tersebut, terlihat lima orang menggunakan masker.

Sehubungan dengan itu, sebelumnya diberitakan rumah yang digeledah tersebut menurut pengakuan tetangga, yakni Teguh Ilhamda, yang rumahnya berada tepat di depan rumah S 12 di Jalan Tanjung Karang, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, rumah tersebut merupakan kediaman Bupati Solok Selatan, Muzni Zakaria.

"Ya, itu rumahnya Bupati Solok Selatan, saya sering bertemu dengannya," kata Teguh Ilhamda, pada awak media di lokasi.

Ia mengatakan bahwa dirinya sering bertemu dengan orang nomor satu di Kabupaten Solok Selatan itu saat waktu shalat.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada yang bisa dikonfirmasi terkait penggeledahan yang dilakukan oleh KPK di rumah milik Bupati Solok Selatan itu.

Klikpositif.com juga sudah coba menghubungi Humas Pemkab Kabupaten Solek Selatan, Firdaus, sebanyak tiga kali melalu telepon selular, untuk mengkomfirmasi terkait Bupati Solsel, namun nomor yang dihubungi tengah memblokir semua panggilan masuk. Sementara nomor lainnya belum menjawab panggilan telepon. [Halbert Caniago]