Wawako Payakumbuh Tanam Pohon 'Cinta' di Rumah Wako Tanjung Pinang

Wawako Payakumbuh menanam pohon
Wawako Payakumbuh menanam pohon (Ist)

PAYAKUMBUH, KLIKPOSITIF -- Jelang Rapat Pleno pada Rakerwil I Apeksi di CK Hotel Tanjung Pinang, Wakil Wali Kota Payakumbuh tanam pohon 'cinta' di halaman rumah Wali Kota Tanjung Pinang, Kamis 24 April 2019.

Penanaman pohon ini merupakan agenda wajib dalam Rakerwil Apeksi Regional I Sumatera yang diikuti oleh 22 wali kota dan wakil wali kota yang ada di Sumatera.

Wakil Walikota Payakumbuh Erwin Yunaz didampingi Wakil Ketua TP-PKK Machdalena Erwin Yunaz mengatakan, pembangunan di Indonesia semakin menggeliat. Dimana pembukaan lahan untuk pembangunan memberikan konsekuensi berkurangnya lahan untuk pohon yang mengakibatkan hilangnya fungsi pohon sebagai penyumbang oksigen dan pengatur tata air.

Baca Juga

"Sebagaimana kita ketahui bahwa pohon memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan kehidupan yang berlangsung di bumi. Setiap tahun, 1 pohon dapat menghasilkan sekitar 130kg oksigen dan menyerap karbon dioksida sebanyak 1 ton. Hal ini tentunya berfungsi untuk menurunkan emisi gas rumah kaca serta membantu menurunkan pengaruh global warming," kata Erwin Yunaz.

Ia menjelaskan selain itu pohon dapat mencegah bencana alam, seperti longsor, banjir, kekeringan, penanaman pohon ini juga sebagai kontribusi yang nyata terhadap perbaikan lingkungan hidup oleh kepala daerah atau pengurus dan anggota Apeksi. Menurutnya setiap Rakerwil Apeksi Regional I Sumatera dilaksanakan kegiatan penanaman pohon, khususnya pohon daerah.

"Harapannya adalah akan bertambah keragaman hayati di setiap daerah di lokasi tuan rumah Apeksi seperti penanaman beberapa jenis pohon yaitu pohon Tanjung, Rambutan, Manggis, Cempa, Tampui, Kelengkeng, Jambu Madu, Kapur, Matoa, Andalas, Mahoni, Durian, Sirsak, Jambu Batu, Mangga Golek, Ketapang Kencana, Asam Gelugur, Manawadano, dan Simalambuo," ujarnya.

Untuk Kota Payakumbuh, ia mengaku dalam penanaman tersebut Payakumbuh menanam pohon durian. Penanaman pohon ini juga bertepatan dengan Peringatan Hari Bumi yang jatuh pada 22 April 2019 lalu dan Earth Day Network atau Jaringan Hari Bumi juga menetapkan tahun 2019 sebagai tahun untuk melindungi spesies.

"Diperkirakan tahun ini akan terjadi kepunahan massal yang lebih disebabkan aktifitas manusia daripada penyebab alami. Efek perubahan iklim yang telah dirasakan yaitu kekeringan, penyakit, gagal panen, longsor dan sebagainya," katanya.

Pada kesempatan tersebut, ia berharap semua orang semakin mengimbangi pembangunan dengan aksi nyata perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Dimana pembangunan yang berwawasan lingkungan tidak hanya sebagai slogan semata akan tetapi menjadi sebuah gerakan nyata untuk melindungi bumi.

"Semoga pohon 'cinta' yang baru kita tanam ini dapat memberikan rasa nyaman dan menimbulkan benih cinta untuk orang-orang yang ada di sekitar pohon ini. Terutama bagi masyarakat di Tanjung Pinang yang nantinya akan menikmati hasil penanaman pohon yang dilakukan oleh puluhan anggota Apeksi Regional I Sumatera ini," ujar Wawako Erwin Yunaz.

(Ade Suhendra)

Video

Kakek yang Viral Beli Obat dengan Uang Mainan Akan Segera Umrah

YouTube channel KlikPositif.com

Penulis: Rezka Delpiera