Pasca Pemilu, Wagub Sumbar : Jangan Ciptakan Gerakan Pecah Belah

"Kedepan jangan sampai ada gerakan - gerakan yang bisa memecah belah persatuan dan persaudaraan serta tatanan kehidupan sosial kemasyarakatan"
Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir )

PADANG, KLIKPOSITIF - Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit menghimbau masyarakat untuk kembali bersatu setelah pemungutan suara ulang (PSU) selesai.

Kedepan jangan sampai ada gerakan - gerakan yang bisa memecah belah persatuan dan persaudaraan serta tatanan kehidupan sosial kemasyarakatan.

"Sumbar aman, tidak akan ada keributan di masyarakat, pelaksanaan pemilu berjalan baik, aman dan damai tanpa ada kecurangan," ujar pria yang biasa disapa NA ini, Minggu, 28 April 2019.

Jikapun ada PSU di 100 tempat pemungutan suara (TPS) merupakan keputusan Bawaslu dari beberapa laporan kerena kerena pemahaman aturan dari penyelenggara.

"Kedepannya petugas TPS harus paham betul aturan dan harus tegas, kalau boleh pakai KTP-el seperti apa aturannya, yang boleh seperti apa dan seperti apa pula yang tidak boleh. Sehingga tidak ada lagi PSU," katanya.

Menurut Nasrul Abit, masyarakat Sumbar sangat demokratis dan sangat mudah menerima perbedaan pendapat, saling menghargai pendapat satu sama lain.

"Tidak benar kondisi di Sumbar panas pasca Pemilu serentak, bisa dilihat kehidupan masyarakat kami berjalan seperti biasa dan tidak ada gesekan. Ada perbedaan pendapat dan pilihan itu hal yang bisa," tukasnya.