Wako Pariaman: Masyarakat Harus Diberi Tahu Pentingnya Imunisasi pada Anak Usia Dini

Walikota Pariaman Genius Umar saat membuka Seminar Kesehatan Imunisasi dan TOSS TB di Aula Balikota Pariaman, Minggu 28 April 2019.
Walikota Pariaman Genius Umar saat membuka Seminar Kesehatan Imunisasi dan TOSS TB di Aula Balikota Pariaman, Minggu 28 April 2019. (Ist)

PARIAMAN KLIKPOSITIF -- Pemerintah Kota Pariaman melalui Dinas Kesehatan Kota Pariaman adakan Seminar Kesehatan Imunisasi dan TOSS TB (Temukan TB Obati Sampai Sembuh) di Aula Balaikota Pariaman , Minggu (28/4/2019).

Pada kesempatannya, Walikota Pariaman , Genius Umar, mengatakan bahwa anak perlu mendapat imunisasi sejak usia dini untuk menjaga anak agar terhindar dari penyakit.

baca juga: Dua Rumah Hangus Terbakar di Lintau Tanah Datar

"Masyarakat harus diberi tahu tentang pentingnya imunisasi pada anak usia dini, petugas kesehatan perlu sosialisasikan info yang benar kepada masyarakat tentang imunisasi ini agar masyarakat tidak salah paham ", ujarnya.

Kemudian, lanjut Genius, di Kota Pariaman ada sekitar 17% anak yang mengalami stunting (bertubuh pendek), saya pikir ini tidak perlu terjadi karena kita tinggal di daerah pesisir pantai yang banyak ikannya.

baca juga: Kabar Baik, 2 Pasien Positif COVID-19 di Payakumbuh Sembuh

"Kemarin ada mahasiswa yang saya tanya, kenapa anak-anak itu pendek (stunting), setelah ditanya ternyata mereka kelahiran tahun 1998 sampai 2000. Ternyata asumsi saya bahwa pada tahun 1998 itu kita mengalami krisis moneter dimana ibu pada saat itu tidak mempunyai cukup ekonomi untuk memberi asupan gizi dan protein kepada anak mereka sejak anak dalam kandungan.

" Ini adalah tugas kita sebagai orangtua harus peduli terhadap gizi anaknya. Karena generasi cerdas adalah generasi yang terjaga asupan gizinya sejak dari kecil bahkan sejak dalam kandungan ", imbuhnya

baca juga: Sempat Hilang, Warga Kecamatan Pangkalan Ditemukan Selamat

Dikatakannya juga, nelayan jangan hanya sibuk menjual ikan kepada oranglain sementara anak kita dirumah tidak mendapat asupan gizi dari ikan yang dijual, berikan dulu kepada keluarga sisanya baru ke oranglain. Jangan sampai nelayan menjual hanya karena untuk membeli mie instan yang sebetulnya tidak ada manfaatnya bagi tubuh kita.

"Kita harus canangkan bahwa kedepan Kota Pariaman ini harus bebas dari berbagai macama penyakit yang berbahaya dan terlahir generasi Kota Pariaman yang sehat, kuat dan pintar," jelasnya.

baca juga: Hari Ini 5 Pasien Corona Sembuh di RSAM

Penggiat Imunisasi Nasional Jakarta, dr.Piprim Basarah Yuniarso, Sp.A(K) yang hadir sebagai pemateri, saat diwawancara mengatakan banyak berita buruk tentang imunisasi tersebar di media sosial, ini merupakan salahsatu faktor kegalauan masyarakat tentang berita tak bertanggung jawab dan belum tentu kebenarannya.

Katanya, ada yang meragukan bahwa alasannya adalah halal dan haram. Salahsatu solusinya ialah bagaimana pemerintah menyediakan vaksin yang sudah ada sertifikat halalnya kemudian terkait efek sampingnya.

Usai seminar dilanjutkan dengan penyerahan plakat cendramata dan sekaligus penandatanganan komitmen bersama oleh Walikota Pariaman Genius Umar, TP-PKK Kota Pariaman Lucyanel Genius Umar, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar Merry Yuliesday, Kepala Dinas Kesehatan Kota Pariaman Bakhtiar, Ketua MUI Kota Pariaman Sofyan Jamal dan Forkopimda tentang target pencapaian imunisasi dasar lengkap (IDL) dengan target 93%, universal child imunisation (UCI) desa/kelurahan dengan target 80%, angka penemuan kasus TB (CDR) target 90%, angka kesembuhan target 85 %. (RHS)

Penulis: Eko Fajri