Perempuan yang Menikah Sebelum Usia 20 Tahun Berpotensi Mengidap Kanker Serviks

"Sebaiknya menikah itu di atas umur 20 tahun karena pada usia itu mulut rahim sudah mulai menutup. Kalau sebelum 20 tahun mulut rahimnya masih terbuka sehingga beresiko mengidap penyakit kanker serviks, keracunan kehamilan, dan hiperemesis"
dr. Suhadi, SpOG saat memberikan materi kesehatan reproduksi. (Ist)

PAYAKUMBUH, KLIKPOSOTIF -- Menikah pada usia di bawah 20 tahun membuat seorang perempuan berpotensi untuk mengidap penyakit kanker serviks (kanker leher rahim).

Hal itu disampaikan Dokter Spesialis Kandungan, dr. Suhadi, SpOG saat memberikan materi dalam kegiatan sosialisasi kesehatan reproduksi terhadap anggota Poktan Tribina, utusan dari BKB, BKR, BKL, PIK R Kecamatan, dan pelajar di Aula Lantai 2 Puskesmas Tiakar, Payakumbuh Timur, Senin (29/4).

"Sebaiknya menikah itu di atas umur 20 tahun karena pada usia itu mulut rahim sudah mulai menutup. Kalau sebelum 20 tahun mulut rahimnya masih terbuka sehingga beresiko mengidap penyakit kanker serviks, keracunan kehamilan, dan hiperemesis," tutur Pemilik RSKIA Annisa Payakumbuh itu.

Dalam kesempatan itu ia juga menyampaikan materi tentang kehamilan meliputi masalah-masalah yang dihadapi pada masa kehamilan, persalinan, hingga menyusui anak.

"Karena itu, seks di luar nikah harus benar-benar dihindari, khusus untuk kalangan pelajar karena berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan di kemudian hari," jelasnya.

Sementara itu, Kabid KB DP3AP2KB Payakumbuh Usfa Haryanti mengatakan kegiatan sosialisasi kesehatan reproduksi itu merupakan salah satu prioritas yang dilaporkan setiap bulan kepada Pemprov Sumbar dan selanjutnya kepada Bappenas.

"Karena begitu pentingnya kesehatan reproduksi dalam melanjutkan keturunan," ucapnya

Dikatakannya, salah satu tujuan dilaksanakannya kegiatan tersebut adalah meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang kesehatan reproduksi.

"Karena itu kita hadirkan beberapa narasumber yang memiliki kompetensi untuk menerangkan permasalahan ini, sehingga mampu meningkatkan pemahaman peserta yang hadir," pungkasnya. (*)