Petinggi di Sumbar Prihatin Atas Kasus Bupati Solsel

""Saya belum dapat informasi," ujarnya singkat kepada KLIKPOSITIF"
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir )

PADANG, KLIKPOSITIF - Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno belum mau berkomentar banyak soal kasus Bupati Solok Selatan. Sepertinya Irwan tidak ingin mendahului sebelum ada keterangan resmi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait penetapan tersangka Muzni Zakaria.

"Saya belum dapat informasi," ujarnya singkat kepada KLIKPOSITIF, usai menghadiri Rakor Penguatan Sistem Penanganan Kekerasan Terhadap Perempuan di Hotel Inna Muara, Senin (29/4).

Sebagai orang nomor satu di Sumbar, Gubernur cenderung menghindar dan tidak ingin membahas kasus Muzni Zakaria. Terlihat saat wawancara Irwan hemat komentar dan berusaha menghindar.

Sementara Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera (Sekdaprov Sumbar) Alwis saat hubungi KLIKPOSITIF mengaku sudah mengetahui soal penggeledahan yang dilakukan KPK di rumah Bupati Solsel beberapa hari lalu.

"Saya juga tidak ingin mendahului KPK, tapi kita sangat prihatin dengan apa yang menimpa Bupati Solsel. Ini jangan sampai terjadi kepada yang lain," ujarnya.

Menurut Alwis, biarkanlah KPK bekerja sesuai dengan tufoksinya dalam perkara tersebut. "Kita tunggu saja dari KPK, biarkan mereka bekerja," tukasnya.

Sebelumnya KPK menetapkan Bupati Solok Selatan, Sumatera Barat, Muzni Zakaria sebagai tersangka. Penetapan status tersangka itu dilakukan setelah penyidik KPK menyita sejumlah dokumen proyek di kediaman Muzni.

"Iya benar (tersangka Muzni)," kata Wakil Ketua KPK, Basaria Pandjaitan melalui pesan singkat, Sabtu (27/4) dilansir dari Suara.com, jaringan Klikpositif.

Meski begitu, Basaria masih belum menyampaikan secara rinci terkait penetapan status tersangka Muzni dalam kasus apa. Namun, kasus yang kini menjerat Muzni telah ditingkatkan ke tahap penyidikan. (*)