May Day, Cerita Guru Honorer yang Digaji Rp300 Ribu Sebulan di Pesisir Selatan

"Apakah kami juga bisa dikatakan sama dengan buruh. Tapi, begitu realita yang saya alami, 12 tahun menghonor tidak ada yang berubah dari kesejahteraan bahkan lebih sedih"
Guru Honorer SMPN 1 Painan Adri Yulisma, SE sering disapa Pak Adhit (Klikpositif/ Kiki Julnasri)

PESSEL, KLIKPOSITIF -- Guru honorer di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat berharap pada May Day 2019 ini tidak hanya para buruh saja yang ingin kesejahteraan kerja. Tetapi bagi mereka yang mengabdi sebagai honorer juga merasakan hal serupa, bahkan dikatakan jauh dari arti kesejahteraan.

Harapan ini salah satunya dikeluhkan, Adri Yulisma, SE seorang guru honerer senior yang telah mengabdikan diri sejak 2006 silam. Sudah 12 tahun mengabdi, dia masih tetap berstatus honorer di sekolahnya mengajar bahkan selama itu, hanya digaji Rp300 ribu setiap bulan.

"Apakah kami juga bisa dikatakan sama dengan buruh. Tapi, begitu realita yang saya alami, 12 tahun menghonor tidak ada yang berubah dari kesejahteraan bahkan lebih sedih," sebut Adri Yulisma, SE kepada KLIKPOSITIF saat ditemui di Painan, Rabu 1 Mei 2019.

Pak Adhit - sapaan akrab sehari-hari Adri Yulisma. Saat ini pengabdian tanpa jasanya itu, terus diembannya di SMPN 1 Painan, mengabdi di SMP unggul Pessel ini tidak ada bedanya dengan honorer lain.

"Enaknya ya, saya merasakan bagaimana bisa mentranfer ilmu yang saya miliki. Sedangkan, untuk gaji ya itu Rp300 ribu, tidak ada tambahan lagi," ucapnya.

Menurut Adri Yulisma keluhan tersebut bukanlah derita yang dirasakan pribadinya sendiri. Tapi dia yakin, guru honorer lain juga merasakan hal yang sama, terutama untuk seprofesinya yang belum masuk honorer K II.

"Kalau seandainya sudah K II, ada peluang untuk masuk P3K kemarin. Tapi, karena K II tercacat sejak 2005. Jadi peluang tidak ada, sedangkan saya mulai mengabdi 2006," tuturnya.

Penderitaan Adri, tampak mesti harus jadi perhatian pemerintah. Sebab, guru hororer lainya yang belum mendapatkan kesejahteraan dari hasil keringatnya tentu juga memiliki keluhan yang sama.

"Khusus pada May Day ini, saya berdoa semoga keluhan kami untuk kesejahteraan bisa terwujud. Karena kami juga sama-sama mengabdikan diri untuk negera," tutupnya Guru ... Baca halaman selanjutnya