Di Bengkulu, Wagub Sumbar : Setelah Ini Randang untuk Korban Bencana Sentani Papua

"Bantuan randang untuk korban bencana di Bengkulu ini bukan yang pertama kami lakukan. Sebelumnya kami juga meneyerahkan untuk bencana di Aceh, NTB, Sulteng dan Lampung. Dalam waktu dekat ini, kami juga berencana mengirimkan randang untuk korban bencana di Sentani, Papua"
Wagub Sumbar menyerahkan bantuan Randang kepada korban bencana di Bengkulu (Istimewa )

PADANG, KLIKPOSITIF - Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit menyerahkan 1 ton 30 kilogram randang bantuan dari Pemprov Sumbar kepada korban bencana banjir dan longsor di Provinsi Bengkulu. Randang diterima langsung oleh Sekda Bengkulu Nopian Andusti di posko utama penanganan bencana Bengkulu yang bertempat di kantor BPBD setempat.

"Total randang yang kita serahkan sekitar 1.030 kilogran. Untuk teknis pembagian kita serahkan kepada pemprov Bengkulu, karena lebih tahu dengan lokasi dan jumlah korban," ujar Nasrul Abit.

Wagub juga mengatakan, randang yang terkumpul ini merupakan inisiatif yang timbul dari Gubernur Sumbar untuk membantu korban bencana dan berasal dari masyarakat, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Sumbar serta BUMN/D.

"Bantuan randang untuk korban bencana di Bengkulu ini bukan yang pertama kami lakukan. Sebelumnya kami juga meneyerahkan untuk bencana di Aceh, NTB, Sulteng dan Lampung. Dalam waktu dekat ini, kami juga berencana mengirimkan randang untuk korban bencana di Sentani, Papua," jelasnya.

Dengan keadaan geografis yang hampir sama dengan Sumbar yakni terletak di sepanjang pantai barat Samudera Hindia, Wagub mengajak Pemerintah dan masyarakat Bengkulu untuk peduli terhadap gempa dan tsunami.

Dikatakannya, menurut penelitian pakar dan ahli gempa dari jepang, 200 mil dari mentawai yakni Samudera Hindia, ada potensi gempa yang di prediksi kekuatannya 8,9 SR. Seandainya itu terjadi akan ada tsunami dengan kecepatannya mencapai 827 km/jam dan ketinggian ombak 12 meter ke kota padang.

"Mau tidak mau bencana tersebut juga akan menimpa Bengkulu, terutama muko-muko, maka kita yang tinggal disepanjang pantai barat harus tetap waspada dan diberikan edukasi, sembari tetap berdoa agar hal tersebut tidak terjadi" terangnya.

Namun demikian, para pakar dan para ahli beberapa waktu yang lalu ketika datang ke Sumbar bersama kepala BNPB, mengingatkan apabila terjadi gempa selama ... Baca halaman selanjutnya