Ini Tips Memilih Pabukoan Bebas Bahan Berbahaya Ala BPOM Padang

"Oknum nakal biasa menggunakan bahan berbahaya seperti boraks, rhodamin dan formalin"
Minuman pabukoan di Padang (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir )

PADANG, KLIKPOSITIF - Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Padang terus melakukan pengawasan dengan cara uji sampel makanan dan minuman terutama campuran bahan untuk berbuka puasa (pabukoan) selama Ramadhan di 19 kabupaten dan kota di Sumatera Barat.

Selain mengawasi, Kepala BPOM Padang Martin Suhendri juga memberikan tips makanan yang sehat dan terhindar dari bahan berbahaya.

Dijelaskannya, ada beberapa bahan yang digunakan pedagang dalam bulan Ramadhan yang biasanya menjadi temuan BPOM saat uji sampel. Oknum nakal biasa menggunakan bahan berbahaya seperti boraks, rhodamin dan formalin.

"Ramadhan tahun lalu kami temukan boraks di Pesisir Selatan dan rhodamin di Payakumbuh," ujarnya saat dihubungi KLIKPOSITIF, 6 Mei 2019.

Agar terhindar dari bahan berbahaya tersebut, secara kasat mata masyarakat bisa membedakan dari warna dan tekstur. Biasanya yang mengandung pengawet seperti formalin sangat rapuh dan tidak dihinggapi lalat pada ikan. Sedangkan makanan dan minuman yang mengandung rhodamin warnanya sangat mencolok.

Sedangkan boraks biasanya dicampur bakso, mie, gorengan, kerupuk, ketupat, lontong, cimol, dan lain sebagainya. Ciri makanan yang mengandung boraks biasa berwarna sangat mencolok dari aslinya, beraroma menyengat yang mencurigakan, bahkan binatang seperti lalat pun enggan untuk menempel.

"Secara kasat mata bisa juga kita deteksi, jika ada menemukan seperti diatas sebaiknya tidak dibeli," ujarnya.

Sebab, lanjut Martin, resiko dari bahan berbahaya tersebut bisa berpotensi kanker dan gagal ginjal. "Mudah-mudahan tahun ini tidak kita temukan makan dan minuman yang mengandung bahan berbahaya," tukasnya. (*)