Jemaah Tarekat Syattariyah Pessel akan Mulai Puasa Pertama pada Selasa Besok

"Tarekat Syattariyah merupakan penganut aliran Tasawuf Syekh Burhanuddin dari Ulakan Pariaman"
Kondisi Masjid Nur Aman Surantih, salah satu Masjid Sattariyah yang ada di Pesisir Selatan (KLIKPOSITIF/Kiki Julnasri)

PESSEL, KLIKPOSITIF -- Setelah memastikan tampak hilal Senin 6 Mei 2019 sore, jemaah Tarekat Syattariyah di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat memulai tarawih pertama Ramadan 1440 Hijriah malam ini.

Hal ini diungkapkan oleh salah seorang tokoh Syattariyah di Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, Amirrullah. Katanya, sesuai dengan petunjuk hilal yang sudah terlihat, Senin sore maka 1 Ramadan akan dimulai Selasa besok.

"Sepakat berdasarkan hilal yang sudah terlihat hari tadi (Senin sore). Maka 1 Ramadan kita jatuh pada Selasa besok, dan malam ini dimulai tarawih pertama," sebut Amirrullah kepada KLIKPOSITIF, Senin sore.

Dia menjelaskan, penglihatan hilal hari tadi terpantau di beberapa titik, sesuai dengan ahli hilal Syattariyah atau yang biasa disebut dengan menilik bulan.

"Serentak hari tadi, mulai dari jamaah Syattariyah di Sumbar maupun Riau. Dan sesuai hasil tadi, maka sepakat besok kita sudah berpuasa," ungkapnya.

Penentuan awal Ramadan yang Tarekat Syattariyah sendiri memang terbilang klasik, yakni dengan melakukan penghitungan dan melihat atau menilik bulan dengan cara tradisional.

"Sesuai hitungan taqwin (Hitung hari dan hitung bulan). Lalu kita sempurnakan dengan menilik bulan. Jika sesuai maka bertemulah satu Ramadan," sebutnya.

Ia menekan, Tarekat Syattariyah merupakan penganut aliran Tasawuf Syekh Burhanuddin dari Ulakan Pariaman. Dan metode dalam penentuan satu Ramadan serta Hari Raya Idul Fitri dan idul Adha sudah ditentukan sejak dahulunya.

"Kita dari Syaathari dari ulakan pariaman, berbeda dengan Syaathariyah dalam penentuan jadwal perhitungan bulan hari raya dan puasa. Ada rumusnya, sudah tertentu dari dahulunya semasa Syekh burhanuddin," jelasnya.

Lanjutnya, di masa perkembangan zaman masa ini, jamaah Syaathari hanya diminati oleh kaum 35 tahun ke atas.

"Kita merasa tersistem, meski perkembangan ilmu. Rata-rata 35 tahun keatas. Yang ... Baca halaman selanjutnya