Harapan dari Keterpilihan Perempuan di Pileg 2019

Perempuan di Maninjau memikul talam antraan pernikahan
Perempuan di Maninjau memikul talam antraan pernikahan (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir )

PADANG, KLIKPOSITIF - Kehadiran anggota parlemen perempuan diharapkan mampu menjamin kepentingan perempuan khususnya, kepentingan kaum perempuan menjadi salah satu prioritas kebijakan.

Keterwakilan perempuan di lembaga legislatif tidak hanya penting dari aspek perimbangan antara laki-laki dan perempuan . Namun lebih dari itu, kehadiran anggota parlemen perempuan diharapkan bisa lebih sensitif terhadap isu-isu gender. kepentingan kaum perempuan di antaranya terkait dengan isu pengentasan kemiskinan, pemerataan pendidikan, dan layanan kesehatan.

Pengamat politik Edi Indrizal, mengatakan, tingkat keterpilihan kaum perempuan pada pemilu 2019 ini secara umum tidak ada perubahan yang berarti. Meskipun ada sejumlah pendatang baru yang ikut mewarnai kontestasi kemarin, namun tidak ada peningkatan yang signifikan.

Baca Juga

"Misalnya untuk DPR RI, dulu ada Betti sadiq. Dapil dua juga ada beberapa yang baru, misalnya kemungkinan duduk itu istri gubernur Nevi Zuairina, Rezka kalau dapat dua kursi," ujarnya, Selasa, 7 Mei 2019.

Meskipun secara kuantitas meningkat, namun begitu peluang terpilihnya keterwakilan perempuan ini juga tidak terjadi peningkatan yang besar. Terpilihnya sejumlah calon legislator perempuan , juga tidak terlepas dari sosok disekelilingnya. Misalnya saja Nevi Zuairina tidak bisa terlepas dari sosok suaminya (seorang gubernur), begitu juga dengan Rezka yang dibayangi prestasi besar Mulyadi mendapatkan suara.

Untuk DPRD Sumbar juga begitu tidak banyak terjadi perubahan. Artinya, tidak ada perubahan yang signifikan peningkatan jumlah keterwakilan perempuan walalupun ada beberapa pendatang baru.

Terkait peran, ia mengatakan perempuan justru lebih memiliki peran strategis. "Bisa lebih khas, khususnya dalam memperjuangkan aspirasi yang terkait dengan program-program ekonomi mikro. Dimana kegiatan-kegiatan ekonomi tersebut secara riil banyak melibatkan kaum perempuan . usaha-usaha kerajinan rumahtangga dan usaha kecil lainnya yang banyak berperan pada perempuan ," jelasnya.

Namun begitu, legislator perempuan harus sensitif terhadap isu-isu perempuan khususnya ekonomi menengah ke bawah. Sektor UMKM, kecil dan menengah. Diharapkan juga, kedepan peran legislator perempuan juga lebih bersaing dengan dewan laki-laki.

Semantara itu, Pengamat politik Eka Vidia Putra mengatakan, menjadi legislator perempuan memiliki persyaratan yang lebih. Dalam artian, persyaratan teknis dan non teknis. Misalnya saja, punya jejaring, masuk di partai politik yang tepat, karena memiliki popularitas yang baik, dukungan keluarga, dan orang-orang disekitarnya.

"Misalnya saja Athari Gauthi Ardi Calon Anggota DPR RI dari Partai Amanat Nasional (PAN) yang memiliki banyak faktor, karena faktor orangtua (Epyardi Asda), partainya pun pilihan terbesar di Sumbar. Begitu juga dengan sejumlah nama-nama legislator perempuan lainnya, yang juga mendapatkan popularitas dari orang-orang dibelakangnya," ujarnya.

Terkait peningkatan keterwakilan perempuan di legislatif, menurutnya tidak begitu banyak peningkatan keterpilihan perempuan di pileg 2019 ini. "Kalau saya lihat, sama seperti sebelumnya. Artinya, tidak ada peningkatan yang berarti," ulasnya.

Ia berharap, calon legislatif yang akan dilantik nanti memilih kebijakan yang sensitif terhadap gender. Seharusnya perempuan memiliki dua kemampuan, lebih dari laki-laki. "Dimana posisi tupoksinya, kemudian berkaitan dengan kepentingan perempuan ," ujarnya.

Terpisah, Direktur Nurani Perempuan Women’s Crisis Center (WCC) Yefri Heriani mengatakan, keterwakilan perempuan dilegislatif secara umum diharapkan dapat melaksanakan fungsinya. Secara khusus, legislator perempuan betul-betul dapat mendorong hadirnya kebijakan yang merespon segala tantangan kehidupan perempuan atas diskriminasi dan kekerasan.

Karenanya kebijakan yang memastikan mekanisme perlindungan dan keadilan bagi perempuan secara khusus, perlu dipastikan termuat dapat berbagai produk kebijakan, sehingga kesejahteraan bagi perempuan dapat tercapai.

"Harapan kami mereka yang terpilih berpihak kepada perempuan dan menerjemahkan kebutuhan dan aspirasi perempuan ," ujarnya. (*)

Baca Juga

Penulis: Joni Abdul Kasir

Video Terbaru

Kakek yang Viral Beli Obat dengan Uang Mainan Akan Segera Umrah

YouTube channel KlikPositif.com