Dilema Sampah Perbatasan, DLH Sumbar Carikan Solusi

"Sampah perbatasan merupakan sampah yang dibuang oleh masyarakat dilokasi perbatasan dua wilayah. Karena diperbatas, tidak ada yang mengurusi sampah ini sehingga menumpuk dan berdampak menyebabkan penyakit dan merusak lingkungan"
Kadis DLH Sumbar Siti Aisyah (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir )

PADANG, KLIKPOSITIF - Sampah yang menumpuk di perbatasan daerah di Sumatera Barat (Sumbar) menjadi persoalan yang belum terpecahkan hingga kini di daerah itu. Sebab belum ada kata sepakat dari daerah siapa yang akan yang akan membersihkan sampah tersebut.

Sampah perbatasan merupakan sampah yang dibuang oleh masyarakat dilokasi perbatasan dua wilayah. Karena diperbatas, tidak ada yang mengurusi sampah ini sehingga menumpuk dan berdampak menyebabkan penyakit dan merusak lingkungan.

Ada beberapa titik sampah perbatasan seperti di Lembah Anai perbatasan antara Padang Panjang - Padang Pariaman dan Tanah Datar, Sampah perbatasan Kota Padang - Padang Pariaman, dan Bukittinggi - Agam.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sumbar Siti Aisyah menjelaskan, sampah perbatasan biasanya jauh dari pusat kota dan daerah sebelah tidak bisa mengangkut karena diluar kewenangan. Maka, pihaknya mendudukan persoalan ini agar jelas kewenangannya.

"Jadi dua belah pihak daerah yang memiliki sampah perbatasan ini kami ajak rapat. Bagaimana solusinya kita bicarakan dalam pertemuan tersebut. Apakah kerja sama antara daerah sehingga ada satu yang tanggung jawab," ujarnya saat ditemui KLIKPOSITIF di ruang kerjanya, Selasa, 7 Mei 2019.

Dijelaskan Siti, sampah perbatasan merupakan tanggung jawab daerah dan harus diselesaikan sebelum menumpuk lebih banyak dan merusak lingkungan. Sesuai aturan provinsi tidak berwenang pada sampah perbatasan, provinsi hanya berwenang di TPA (tempat pembuangan sampah).

"Daerah harus tanggung jawab dan ndak bisa saling lempar bola. Solusinya disepakati bersama, bisa seperti ini, siapa yang punya kontainer yang membersihkan tapi daerah tetangga bayar, atau bisa yang punya daerah sewa kontainer swasta," terangnya.

Dia mengungkapkan, dalam pertemuan kedua daerah yang berada pada sampah perbatasan juga dibahas asal sampah dan langkah - langkah cepat sehingga tidak berdampak kepada citra daerah ... Baca halaman selanjutnya