Surau Sicincin, Surau Tertua di Ranah Minang yang Berusia Lebih dari 5 Abad

"Surau dengan atap ijuk ini disebut sudah ada semenjak zaman Hindu dan Budha pada wilayah tersebut."
Surau Sicincin (Klikpositif/Rehasa)

PADANGPARIAMAN, KLIKPOSITIF-- Di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, ada surau yang diperkirakan sudah berusia 500 tahun lebih. Surau itu dikenal dengan nama Surau Sicincin karena berada di wilayah Sicincin.

Surau dengan atap ijuk ini disebut sudah ada semenjak zaman Hindu dan Budha pada wilayah tersebut. Surau itu beratap Ijuk dan bangunan utamanya terbuat dari kayu.

"Atapnya dari ijuak atau serabut pohon enau dan disusun secara berundak atau bertingkat. Itu semua melambangkan bulan dan bintang," jelas penjaga surau, Ismail pada KLIKPOSITIF.

Selain keunikan tersebut, surau itu berdiri tanpa menggunakan paku satupun. Kayu surau disatukan dengan menggunakan pasak.

"Cara nenek moyang mendirikannya tidak menggunakan paku, namun menggunakan pasak dari kayu untuk menyusun papan," kata Pak Ismail.

Dikatakannya juga, lantai surau juga menggunakan papan kayu. Pada bagian depan atau semacam pintu utama bangunan bergonjong terlihat ukiran motif Minangkabau yang bertuliskan Arab.

"Surau ini juga sering dikunjungi oleh Syeh Burhanudin. Saat ini, selain digunakan sebagai tempat beribadah, Surau Sicincin juga digunakan sebagai tempat mengaji bahkan juga sebagai tempat latihan silat anak muda," jelas Ismail.

Menurut Pak Ismail, surau atap ijuak sudah ada sebelum islam masuk ke Ranah Minang. "Meski surau ini berada di posisi nomor dua dari pada surau Syeh Burhanudin, surau ini lebih dulu berdiri," sebut Pak Ismail.

Pada 2007, Surau ditetapkan sebagai cagar budaya dan menjadi salah satu tujuan wisata religi di Tanah Minangkabau. Lokasinya cukup mudah dicapai melalui jalur darat dari Kota Padang. Waktu tempuh perjalanan normal hanya 1,5 jam.

(Rehasa)