Pengamat Sosial: Tawuran Antar Remaja Prilaku Gagah-gagahan

"Mereka tawuran itu kebanyakan ikut-ikutan saja. Ingin eksis di mata teman-temannya, tidak semua diakibatkan persoalan, jikapun ada persoalan palingan satu atau dua anak saja"
Ilustrasi (Istimewa )

PADANG, KLIKPOSITIF - Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Sumbar, Erry Gusman, mengamati fenomena tawuran remaja belakangan ini selama bulan suci Ramadan di beberapa titik di Kota Padang terjadi bukan hanya masalah persoalan antar remaja saja, namun cenderung lebih karena gagah-gagahan (eksis). 

"Mereka tawuran itu kebanyakan ikut-ikutan saja. Ingin eksis di mata teman-temannya, tidak semua diakibatkan persoalan, jikapun ada persoalan palingan satu atau dua anak saja," ujarnya, Kamis (9/5).

Lebih lanjut sebutnya, para remaja ini seperti tidak mempunyai arah, mereka tidak mengerti apa yang dikerjakannya itu sangat salah, apalagi melakukan aksi tawuran yang akan berakibat menciderai dirinya maupun orang lain disekitarnya.

"Untuk itu, orang tua mesti mengawasi anaknya, jika mereka izin ke masjid untuk solat berjamaah, baik itu subuh ataupun tarwih, cukup pergi ke masjid sekitar rumah saja, jangan pula keluyuran kemana-mana sehingga nanti dapat menimbulkan gesekan dengan remaja lain yang berdampak kepada tawuran," ungkapnya.
Apalagi, tawuran remaja ini sudah sangat meresahkan, karena dua kelompok tawuran ini tidak hanya menggunakan batu sebagai alat tawurannya, tetapi sudah menggunakan senjata tajam yang dapat melukai satu sama lainnya. 

"Kita perhatikan kemarin, di dekat jembatan Pengambiran, Lubuk Begalung itu, udah berkumpul mereka setelah usai salat Subuh, ramai sekali ada puluhan anak remaja, udah siap mau perang saja," ulasnya.

Untuk itu, tutur Erry, masyarakat sekitar dan pihak kepolisian mesti terus melakukan patroli diberapa titik yang menjadi lokasi tawuran ini, jika perlu ditangkap pelaku tawuran ini dengan berikan efek jera yakni memanggil orang tuanya.

"Masyarakat dan kepolisian agar selalu siaga, jika ada tawuran antar remaja ini untuk lakukan penindakan berikan efek jera, panggil orang tua mereka," tukasnya.

Sebelumnya ... Baca halaman selanjutnya