DPR: Maksimalkan Posisi Presiden DK PBB untuk Galang Kekuatan Bagi Palestina

"Bachtiar pun mendorong agar kesempatan tersebut tak disia-siakan, karena ini adalah posisi terbaik Indonesia dalam menggalang dukungan penuh kepada dunia untuk rakyat di Jalur Gaza"
(Net)

KLIKPOSITIF -- Anggota Komisi I DPR RI Bachtiar Aly meminta Pemerintah Indonesia memaksimalkan posisi sebagai Presiden Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) selama sebulan penuh ini untuk menggedor kekuatan diplomasi di level internasional demi menyelamatkan rakyat Palestina.

Ia menuturkan, hal ini merupakan tantangan luar biasa bagi Indonesia karena suatu kesempatan besar saat ini untuk bisa menggalang dukungan penuh untuk rakyat Palestina.

Bachtiar pun mendorong agar kesempatan tersebut tak disia-siakan, karena ini adalah posisi terbaik Indonesia dalam menggalang dukungan penuh kepada dunia untuk rakyat di Jalur Gaza. Menurutnya sejak dulu Indonesia tidak pernah setengah hati dalam mendukung rakyat Palestina untuk menyatakan kedaulatannya kepada dunia.

“Dari dulu pun kita memang tidak pernah setengah hati. Mengapa saya gunakan istilah setengah hati itu karena dulu kita tidak memiliki power, tidak punya kekuasaan. Nah sekarang kesempatan itu berdiri tegak di mata kita. Jadi kita sangat berharap agar Indonesia, wakil kita di sana itu betul-betul all out,” kata Bachtiar sesaat sebelum mengikuti Rapat Paripurna di Gedung Nusantara II DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (8/5/2019).

Politisi Partai Nasional Demokrat tersebut juga sangat memuji Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno LP Marsudi yang menurutnya telah cukup diplomatis memainkan perannya. Untuk itu ia berharap agar Menlu Retno tidak perlu khawatir apabila terjadi konfrontasi karena dunia pun telah memahami kekejian Israel terhadap Palestina. Menurutnya perjuangan ini jangan setengah hati.

“Kalau harus berkonfrontasi dengan negara-negara yang berseberangan tidak perlu khawatir, karena sebenarnya publik opini dunia pun sudah sangat membenci kekejaman dan penistaan oleh pemerintah Israel. Bahkan sebenarnya para pemikir moderat di Israel telah membuat mereka terpecah karena sudah frustasi dengan perang tersebut. Jadi kita harus ... Baca halaman selanjutnya