Pecahkan Teka-teki Pencemaran Danau Diatas, DLH Kembali Turunkan Tim Ahli

"Dinas Lingkungan Hidup bersama tim ahli dan stok holder terkait akan kembali ke lokasi. Tim akan turun senin, 13 Mei 2019"
Kondisi air danau Diatas, Alahan Panjang, Kabupaten Solok (Istimewa )

PADANG, KLIKPOSITIF - Hingga kini teka-teki penyebab perubahan air danau Diatas, Alahan Panjang, Kabupaten Solok belum ditemukan. Padahal sebelumnya telah diturunkan tim kajian namun belum membuahkan hasil. Untuk itu Dinas Lingkungan Hidup bersama tim ahli dan stok holder terkait akan kembali ke lokasi. Tim akan turun senin, 13 Mei 2019.

Sebelumnya beberapa dugaan penyebab pencemaran diantaranya pergerakan bumi akibat dampak dari pusat gempa (Solok Selatan) yang terjadi beberapa waktu yang lalu dan cuaca atau curah hujan yg menyebabkan up willing (arus bawah).

Kemudian pengaruh pengambilan tanah tidak jauh dari danau dan PDAM. Bahkan telah dilakukan uji labor terhadap air namun belum ada indikasi kuat penyebab pencemaran.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sumatera Barat (Sumbar) Siti Aisyah menyampaikan, peninjauan lapangan tim ahli untuk memastikan kondisi fisik intake PDAM dan lingkungan danau (terutama kondisi badan air, penggunaan lahan di sempadan danau, aktivitas tambang dan lain-lainnya).

"Sebab masih belum menemukan penyebab maka kita lakukan lagi peninjauan lapangan. Kemarin ada informasi ada pengambilan tanah dekat danau," ujarnya, Jumat, 10 Mei 2019.

Dikatakan Siti Aisyah, dikhawatirkan pencemaran terjadi secara terus - menerus sehingga membahayakan bagi populasi di danau. Namun jika pencemaran diakibatkan arus balik maka danau akan kembali membaik.

"Kita berharap segera terpecahkan apa penyebabnya, sehingga masyarakat disekitar danau tidak resah," tukasnya.

Sebelumnya masyarakat Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok resah lantaran adanya fenomena perubahan warna dan aroma air Danau Diatas sejak dua bulan terakhir.

Air yang biasanya jernih dan tidak berbau mengalami perubahan warna menjadi keruh dan dan berbau agak amis. Akibatnya, warga tidak bisa memanfaatkan air.

Fenomena yang tidak biasa ini membuat masyarakat yang ... Baca halaman selanjutnya