Mulai Resahkan Warga, Gepeng di Payakumbuh Bakal Dirazia

"Seperti kejadian di Labuah Basilang beberapa waktu lalu, saat tidak ada yang mau memberi mereka uang sehabis mengamen, gepeng ini berani memaksa bahkan sampai menyakiti masyarakat"
Ilustrasi (KLIKPOSITIF)

PAYAKUMBUH, KLIKPOSITIF -- Pemerintah Kota (Pemko) Payakumbuh bersama Polres akan melaksanakan razia gembel dan pengemis (gepeng) pada 12 sampai 24 Mei nanti. Razia tersebut dilaksanakan karena keberadaan gepeng di Kota Payakumbuh mulai meresahkan warga, bahkan beberapa diantaranya ada yang berani memaksa ataupun menyakiti ketika mengemis.

"Seperti kejadian di Labuah Basilang beberapa waktu lalu, saat tidak ada yang mau memberi mereka uang sehabis mengamen, gepeng ini berani memaksa bahkan sampai menyakiti masyarakat," kata Kepala Dinas Sosial Kota Payakumbuh, Idris saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (10/5).

Idris menambahkan, keberadaan gepeng tidak hanya mengganggu keindahan kota tapi juga dapat mengganggu kelancaran lalu lintas, sehingga menyebabkan kemacetan.

"Contohnya saat lampu merah mereka meminta-minta kepada pengendara, dan saat lampu hijau kalau ada orang yang masih meberi maka akan menyebabkan kemacetan," terangnya.

Dijelaskan Indris, pihaknya bersama Polres Kota Payakumbuh telah mengadakan rapat terkait keberadaan gepeng tersebut.

"Keputusannya,Pemko Payakumbuh dan Polres Kota Payakumbuh akan melaksanakan razia gepeng mulai dari tangal 12 sampai tanggal 24 Mei 2019," jelas Idris.

Meski cukup banyak gepeng yang saat ini terpantau di Kota Payakumbuh, Idris menjelaskan, sebagian besar gepeng tersebuat adalah pendatang dan bukan warga asli Kota Batiah.

"Karean itu, lalau nanti ada gepeng yang terjaring razia kami akan pulangkan ke daerahnya masing-masing dengan surat perjanjian. Dan apabila gepengnya adalah warga Payakumbuh kita akan panggil orangtua atau saudaranya untuk membuat surat perjanjian kalau dia tidak akan mengulang kembali," pungkasnya. (*)