Menyamar Jadi Pembeli, Polisi Bekuk Pengedar Sabu di Tanah Datar

"Kapolres ikut langsung melakukan penangkapan menyebut"
apolres Tanah Datar Bayuaji Yudha Prajas (kiri) sedang memperhatikan barang bukti yang disita disaksikan Tersangka Potoik di Polres Tanah Datar (Irfan Taufik)

TANAH DATAR, KLIKPOSITIF -- Menyamar jadi pembeli, jajaran Satuan Resnarkoba Polres Tanah Datar, Sumatera Barat, menangkap seorang pengedar penyalahgunaan narkotika jenis Sabu, Minggu 12 Mei 2019 sekira pukul 21.00 WIB.

Kapolres Tanah Datar AKBP Bayuaji Yudha Prajas yang juga ikut langsung melakukan penangkapan menyebut, tersangka itu bernama Anggi Siswandri (32 tahun) panggilan Potoik, warga Jorong Tabek Boto, Nagari Baringin, Kecamatan Limo Kaum, Tanah Datar.

Kapolres menjelaskan penangkapan tersangka berawal dari adanya laporan masyarakat tentang peredarkan Sabu di Kecamatan Limo Kaum sehingga anggota Satresnarkoba melakukan penyelidikan dan menyamar sebagai pembeli.

"Anggota meminta transaksi di pinggir jalan raya di Jorong Tabek Boto, Nagari Baringin, Kecamatan Limo Kaum," kata Kapolres Tanah Datar, Senin 13 Mei 2019.

Sewaktu melakukan transaksi petugas langsung mengamankan Potoik yang sempat membuang Sabu tersebut. Setelah itu dilakukan penggeledahan badan tersangka dan di sekitar lokasi transaksi, ditemukan satu paket sabu yang dibungkus plastik bening yang disimpan dalam kotak rokok dan enam paket lainnya yang dibungkus plastik bening disimpan dalam dompet warna biru.

Sementara itu, Kasat Resnarkoba Iptu Yaddi Purnama menyampaikan selain beberapa paket Sabu pihaknya juga mendapatkan barang bukti lainnya berupa, satu unit timbangan digital, uang tunai sejumlah Rp300 ratus ribu, satu bungkus plastik bening, satu unit gawai, satu set alat isap, satu buah kotak rokok satu buah mencis, satu buah dompet dan satu buah sendok pipet.

Yaddi menyebut, tersangka sudah ditahan di sel Mapolres Tanah Datar guna proses penyidikan selanjutnya. Tersangka dijerat Pasal 114 ayat 1 dan Pasal 112 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara 5 - 15 tahun atau seumur hidup atau hukuman mati.

[Irfan Taufik]