Pemko Sawahlunto Antisipasi Kehilangan Stok Bahan Pokok Selama Ramadan

"Dalam rapat Forkompinda kami hadirkan Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag). Dalam rapat itu Dinas diminta untuk memantau harga, memang terdapat kenaikan harga. Tapi masih dalam batas wajar, berkisar 5 hingga 10 persen"
Wali Kota Sawahlunto Deri Asta di Kantor DPRD Sawahlunto, Senin 13 Mei 2019 (Klikpositif/Haikal)

SAWAHLUNTO, KLIKPOSITIF -- Wali Kota Sawahlunto Deri Asta mengaku pihaknya sudah membahas kenaikan sejumlah bahan pokok sebelum masuk bulan ramadan. Dalam pembahasan tersebut kenaikan harga bahan pokok di sejumlah pasar tradisional masih dalam batas wajar.

"Dalam rapat Forkompinda kami hadirkan Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag). Dalam rapat itu Dinas diminta untuk memantau harga, memang terdapat kenaikan harga. Tapi masih dalam batas wajar, berkisar 5 hingga 10 persen," katanya di Kantor DPRD Sawahlunto, Senin 13 Mei 2019.

Deri menambahkan, yang perlu diantisipasi dari semua itu kehilangan dari stok barang tersebut, akan tetap kita pantau terus.

"Dinas sudah kami perintahkan untuk melaksanakan operasi pasar atau bazar murah, yang rencananya barang-barangnya kita beli dari pedagang pasar tradisional Sawahlunto. Jadi tidak mengambil barang dari luar," ungkapnya.

Ditanya lebih lanjut, kapan operasi pasar dilakukan, Deri menjawab melihat situasi dan kondisi harga. "Waktunya belum ditetapkan, tapi melihat situasi harga kalau masih stabil bisa kita undur, namun kalau levelnya udah agak naik bisa dipercepat," tuturnya.

"Begitu juga dengan lokasinya, nanti Dinas Koperindag yang menentukan," pungkasnya kemudian.

Sementara itu, dari data Dinas Koperindag Kota Sawahlunto per 8 Mei 2019, harga bawang putih yang naik signifikan sebesar 60 persen dari Rp50 ribu menjadi Rp80 ribu perkilogram, diikuti daging ayam kampung sebesar 25 persen dari Rp40 menjadi Rp50 ribu dan gula pasir sebesar 17 persen dari Rp12 ribu menjadi Rp14 ribu. Sementara untuk harga beras semua jenis terbilang turun berkisar 3 hingga 8 persen.(*)