Mulai Tender, Pasar Rakyat Kota Pariaman Segera Dibangun

"Pembangunan Pasar Rakyat Kota Pariaman yang menelan biaya Rp100 Milyar lebih ini, memang memakan waktu agak lama"
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan Kota Pariaman, Asrizal. (Ist)

PARIAMAN, KLIKPOSITIF -- Tender pembangunan fisik Pasar Rakyat Kota Pariaman bernilai Rp100 milyar lebih, telah dilelang Managemen Kontruksi oleh Kementerian PUPR.

Perihal itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan Kota Pariaman, Asrizal, ketika dihubungi pada Selasa 14 Mei 2019.

Asrizal menyebut sebentar lagi masyarakat akan memiliki pasar dengan harga tender yang terbilang tinggi. "Pembangunan Pasar Pariaman tinggal menunggu Proses di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), dan Kamis (9/5) kemaren, telah dilelang Managemen Kontruksi oleh Kementerian PUPR, untuk pembangunan Pasar Rakyat Kota Pariaman", ujarnya.

Dia mengaku segala bentuk terkait persiapan pembangunan telah dilakukan, mulai dari pembongkaran pasar lama yang sudah diratakan, pembangunan pasar sementara untuk para pedagang dan untuk kajian tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) pun telah sesuai dengan keinginan PUPR.

"Sekarang telah dimulai lelang Managemen Konstruksi Pembangunan Pasar Rakyat Kota Pariaman, dengan nilai Rp3,3 Milyar di Kementerian PUPR, dan biasanya jarak lelang Managemen Konstruksi dengan Tender pembangunan fisik, memakan waktu 1 bulan dan bisa lebih, karena tender ini terbilang sangat besar, dengan nilai Rp100 Milyar lebih", ungkapnya.

Asrizal juga mengatakan Pembangunan Pasar Rakyat Kota Pariaman yang menelan biaya Rp100 Milyar lebih ini, memang memakan waktu agak lama, dan dengan telah dimulainya lelang Managemen Konstruksi ini, berarti untuk perencanaan, pengadaan sampai nanti di pelaksanaan akan segera dimulai di tingkat pusat.

"Pelaksanaan Proyek Pembangunan Pasar Rakyat Kota Pariaman ini, adalah Proyek Multiyears, yang berarti pembangunan dapat dikerjakan tidak hanya tahun berjalan, tetapi di tahun berikutnya, hal ini dikarenakan sempitnya waktu pelaksanaan untuk Tahun 2019 ini", tuturnya.

"Kami berharap, proses di Kementerian PUPR nanti, ... Baca halaman selanjutnya