Polres Payakumbuh Tangkap Residivis Kasus Narkoba

"Tersangka merupakan seorang pengedar narkoba yang berasal dari Limapuluh Kota"
Ilustrasi (KLIKPOSITIF/Haswandi)

PAYAKUMBUH, KLIKPOSITIF -- Hari pertama digelarnya Operasi Tumpas Bandar 2019, Polres Payakumbuh mengamankan salah seorang pengedar narkoba. Tersangka yang diketahui berinisial P (37 tahun) ini ternyata merupakan residivis kasus narkoba.

Kapolres Payakumbuh AKBP Endrastiawan didampingi Kasat Narkoba Iptu Zulhendri mengatakan tersangka merupakan warga Jorong Kaciak Munggu, Nagari Situjuah, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota-Sumbar. Menurut informasi, tersangka baru bebas dari Lapas pada tahun 2018 lalu.

"Tersangka kita bekuk pada Senin 13 Mei 2019 kemarin di Jorong Kaciak Munggu. Penangkapan terhadap Pen Golok ini dilakukan pihak kepolisian dengan cara berpura-pura sebagai pembeli (Teknik Under Cover Buy)," kata Kapolres Payakumbuh.

Secara terpisah, Kasat Narkoba Iptu Zulhendri menambahkan dari informasi yang didapatkan pihaknya, setelah keluar penjara tersangka kembali mengedarkan narkoba jenis ganja dan sabu-sabu. Menerima laporan tersebut, Iptu Zulhendri bersama anggotanya melakukan penyelidikan dan memancing tersangka untuk melakukan transaksi.

"Karena tidak mengetahui yang akan membeli barang haram itu adalah anggota kepolisian yang melakukan penyamaran, Pen Golok menyanggupi untuk mengantarkan pesanan narkoba tersebut. Saat tengah menunggu calon pembeli (polisi yang menyamar) di pinggir jalan, Tim Opsnal Satresnarkoba langsung meringkus tersangka," ujar Kasat Narkoba Polres Payakumbuh.

Ia menjelaskan, saat tersadar yang datang adalah polisi, tersangka yang dikenal dengan nama Pen Golok mencoba melakukan perlawanan dan membuang barang bukti narkoba. Namun usahanya tersebut sia-sia dan tersangka berhasil dibekuk tanpa perlawanan yang berarti.

"Dari tangan pria yang masuk dalam Target Operasi (TO) polisi ini, kami mengamankan sejumlah barang bukti narkoba seperti 2 paket narkoba jenis ganja, 1 paket narkoba jenis sabu-sabu, kertas papir dan lainnya," kata Iptu Zulhendri ... Baca halaman selanjutnya