"Badoncek" Cara Masyarakat di Pariaman Bantu Bedah Rumah Warga

Aipda Afdhal Bustami yang juga turun langsung bersama warga lainnya melakukan bedah rumah
Aipda Afdhal Bustami yang juga turun langsung bersama warga lainnya melakukan bedah rumah (Ist)

PARIAMAN KLIKPOSITIF -- Kepedulian pada sesama dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya yang dilakukan masyarakat di Pariaman, Sumetera Barat, dapat menjadi contoh bagaimana meringankan beban tetangga ataupun masyarakat yang ada disekitar tempat tinggal masing-masing.

Salah satu cara yang dilakukan masyatakat didaerah itu adalah dengan "badoncek" (mengumpulkan sumbangan sukarela secara berasama-sama), yang diinisiasi oleh salah seorang aparat kepolisian didaerah itu.

Ia adalah Aipda Afdhal Bustami, yang merupakan anggota Bhabinkamtibmas Polsek Pariaman diwilayah Desa Kajai, Pariaman Timur, Kota Pariaman.

Baca Juga

Dari inisiatif untuk menolong warga yang kurang mampu tersebut, Afdhal bersama masyarakat tercatat hingga saat ini sudah membedah tiga unit rumah warga.

Afdhal menjelaskan, donatur dana untuk bedah rumah didapati dengan cara "Badoncek" antara warga.

"Kami kumpulkan uang dari beberpa orang donatur yang ada di kampung dan di kota. Selama ini sudah tiga unit rumah yang telah dibedah," kata Aipda Afdhal, saat berada di lokasi bedah rumah di Desa Kajai, Rabu 15 Mei 2019.

Dikatakannya juga, tujuan dari bedah rumah yang ia lakukan semata-mata hanya untuk meringankan beban warga yang tak mampu. "Selain itu juga untuk memotifasi warga yang mampu lainnya, agar mau membantu saudara-saudara yang miskin, " sebutnya.

Saat ini, kata Aipda Afdhal, semenjak hari Kamis (9/5) sedang melakukan bedah rumah buk Rosmaini di Desa Kajai, Pariaman. Pengerjaan rumah salah satu warga tidak mampu itu diperkirakan selesai 15 hari lagi.

"Dua minggu lagi ini rumah buk Rosmaini akan selesai dibedah. Yang kami ganti dari bangunan rumah adalah tonggak, pintu kamar dan depan, ganti kuda-kuda dan teras rumah, " katanya.

Sebelumnya, adapun rumah yang sudah dibedah ada di Taluak, Desa Kampuang Gadang, Desa Kajai.

Sementara itu, buk Rosmaini mengatakan senang karena bedah rumah tersebut. Dia mengaku sebelum rumah dibedah keadaan rumahnya sangat memprihatinkan.

"Iya senang kalau begini. Sebelumnya atap rumah sudah bocor-bocor, dinding berlobang. Saya tidak ada uang untuk memperbaiki, kerja saya cuma pengumpul bunga melati lalu dijual," sebut buk Rosmaini.

Dikatakannya juga, penghasilan yang ia dapat dari pekerjaan tersebut hanya 20 ribu rupiah per hari. (RHS)

Video

Kakek yang Viral Beli Obat dengan Uang Mainan Akan Segera Umrah

YouTube channel KlikPositif.com

Penulis: Eko Fajri