Mengaku Bisa Keluarkan Emas dari Alam Gaib, Dukun Ini Cabuli Pelajar

Ilustrasi
Ilustrasi (KLIKPOSITIF/Haswandi)

PADANGPARIAMAN , KLIKPOSITIF -- Pria 40 tahun berinisial S, warga Kecamatan 2x11 Kayu Tanam, Padang Pariaman-Sumbar, dibekuk Satreskrim Polresta Padang Pariaman setelah mencabuli salah satu pelajar 15 tahun.

Pelaku yang dikenal berprofesi sebagai paranormal, mengibuli korban dengan menjanjikan bisa mendatangkan emas.

baca juga: Panjang Tol Padang - Sicincin 36 KM, Baru Selesai 4 KM

Kapolres Padang Pariaman AKBP Rizki Nugroho membenarkan penangkapan tersebut. "Pelaku kami amankan di Kecamatan Kuranji, Kota Padang kemarin sekitar pukul 23.30 WIB," jelas Rizki, Rabu 15 Mei 2019.

Saat ini, kata Kapolres, pelaku tengah menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Saat diamankan pelaku tidak melakukan perlawanan.

baca juga: Tak Kenal Menyerah, Demi Kejar Cita-cita jadi Tentara Arya Rela Bekerja Dipencucian Motor

Diketahui juga, pelaku ditangkap berdasarkan Laporan Polisi (LP) nomor: LP/70/V/2019/Polres, tertanggal 13 Mei 2019. Ia dilaporkan telah melakukan perbuatan cabul kepada salah seorang pelajar.

"Ceritanya begini, pelaku tersebut mengaku bisa bisa mengeluarkan emas dari alam gaib dan akan memberikan kepada salah seorang pasiennya," ujar Kapolres.

baca juga: Suka Makan Lapek Nagosari? Begini Cara Membuatnya

"Saat pasien itu menanyakan kapan bisa mendapatkan emas dari alam ghaib tersebut, pelaku meminta pasien untuk pergi ke tempat prakteknya yang beralamat di Kecamatan 2x11 Enam Lingkung," sambungnya.

Dijelaskan Kapolres, saat pasien pergi ke tempat praktek milik pelaku, pasien itu mengajak temannya yang masih berstatus pelajar. Setelah mereka sampai di tempat praktek, pelaku mengatakan emas yang dijanjikan belum bisa di ambil.

baca juga: Saat Longsor Menimpa Rumah, Syahril Sedang Menjahit dan Membersihkan Sepatu

"Emas itu menurutnya belum bisa di ambil karena teman dari pasien itu sudah tidak suci lagi, sehingga perlu untuk disucikan terlebih dahulu," jelas Kapolres.

Selanjutnya pelaku menyuruh pasien untuk keluar dari dalam ruangan praktek tersebut dan menyuruh teman pasien tetap tinggal di dalam ruangan tersebut.

"Saat itu lah pelaku melakukan aksi tidak terpuji tersebut kepada korban dengan dalih untuk mensucikan kembali keperawanan," terang Kapolres.

Atas perbuatannya, ditegaskan Kapolres, pelaku disangkakan Pasal 289 KUHP dengan ancaman maksimal sembilan tahun kurungan penjara.

[Rehasa]

Penulis: Iwan R