Menjaga Tradisi Menyulan di Pariaman, Keterampilan yang Didapat Secara Turun Temurun

"Awalnya saya memulai usaha ini karena merasa senang melihat tetangga saya sedang mengerjakan sulamannya dengan menggunakan mesin jahit bordir, dari situ timbul rasa ketertarikan saya untuk menirunya"
Linda memperlihatkan karya sulamannya yang dibuat menggunakan mesin jahit bordir. (KLIKPOSITIF/ Rahesa)
Naras.

Linda juga menjelaskan, setelah bisa ia menjahit lalu dia membeli bahan dasar kain sepanjang 1/2 meter yang saat itu seharga Rp3.000,- lalu dibuatnya lidah-lidah plastik halus.

"Nah setelah selesai saya beranikan diri untuk minta tolong tetangga saya yang bernama Tati seorang pengusaha sulaman juga untuk menjual hasil jahitan saya, walaupun dalam keadaan yang belum sempurna, ternyata hasil jahitan saya itu laku terjual, dari situlah bertambah semangat saya untuk terus mencoba berusaha supaya hasil jahitan saya jadi bagus," katanya.

Dengan dorongan dan motivasi yang terus menerus diberikan oleh Tati tetangganya itu akhirnya Linda berhasil membuat jahitannya semakin bagus dan mulai ada banyak pesanan yang datang. Tapi di Tahun 2010 usahanya itu sempat berhenti sejenak karena kekurangan ekonomi, beliau terpaksa menjual kembali mesin jahitnya tersebut.

Karena keinginan menjahit masih menggebu-gebu dan pesanan yang datang semakin banyak, Linda memberanikan diri untuk menyewa mesin jahit bordir yang harus dibayarnya sebanyak Rp30.000,-/bulannya.

Dia terus menjahit dengan mesin sewaan hingga Tahun 2017, dan Alhamdulillah di Tahun 2017 dia juga mendapatkan bantuan sebuah mesin jahit bordir dari Kantor Dinas Perindagkop atas bantuan dari seorang kakak angkat beliau.

"Alhamdulillah sekarang pesanan saya semakin banyak dan sudah punya anak jahit sebanyak lima orang, tapi kendala yang saya hadapi adalah masih kurangnya modal untuk mengembangkan usaha ini karena perputaran uang dari hasil usaha ini masih belum mencukupi untuk memenuhi permintaan konsumen yang semakin banyak meminati hasil karya saya ini," lanjutnya.

Beliau berharap semoga ada perhatiaan dari instansi yang terkait dengan cara memberikan bantuan pembinaan dan bantuan etalase untuk memajang hasil sulamannya di rumah, dan juga bantuan modal sehingga beliau bisa mengembangkan usahanya dan dapat memenuhi permintaan konsumen yang semakin banyak. (RHS)