Tegas, Tim 7 Payakumbuh Giring Pemilik Pemilik Warung Kelambu ke Pengadilan

"Kita tidak ingin lagi hanya sekedar surat pernyataan. Pelanggar haru lanjut ke proses penegakkan perda untuk di sidang di pengadilan dan tahun ini pertama kali kita terapkan"
Satpol PP pasang spanduk di rumah makan yang khusus buka bagi non muslim di siang hari (Ist)

PAYAKUMBUH, KLIKPOSITIF - Tim 7 Gabungan Satpol PP, TNI, Polri, dan Kejaksaan gelar razia di siang hari bulan Ramadan, Kamis 16 Mei 2019. Target operasi razia yang terbagi dalam dua tim tersebut adalah tempat makan atau dikenal dengan istilah warung kelambu.

Ka Satpol PP dan Damkar Payakumbuh Devitra saat ditemui usai razia mengatakan giat Tim 7 Gabungan ini adalah sebagai upaya penegakkan perda tentang larangan berjualan di siang hari pada bulan Ramadan.

Larangan ini sendiri lebih lanjut kepada melayani jual beli pada siang hari kepada masyarakat yang tidak berpuasa di bulan Ramadan.

"Razia kali ini ditujukan kepada warung kelambu atau tempat makan yang buka atau melayani pembeli di siang hari selama bulan Ramadan. Tercatat 9 titik razia yang dilaksanakan dua tim baik itu tempat makan di jalur perlintasan atau tempat makan yang berada di pusat kota," kata Devitra didampingi Kabid Penegakkan Peraturan Daerah Satpol PP Payakumbuh Syafrizal.

Ia menjelaskan bahwa razia kali ini pelanggar perda akan langsung diproses dan akan menjalani sidang di pengadilan negeri Payakumbuh. Pelanggar adalah pemilik tempat makan atau warung kelambu dan akan disuruh menandatangani BAP di Markas Satpol PP Payakumbuh yang terletak di Bukik Sibaluik, Balaipanjang atau eks Balaikota Payakumbuh.

"Semua lokasi yang kita datangi terbukti melanggar perda karena menjual makanan pada siang hari selama di bulan ramadan dan melayani makan minum orang-orang yang tidak berpuasa. Mereka akan kita panggil ke kantor untuk menandatangani BAP dan dilanjutkan ke sidang tindak pidana yang akan dilaksanakan Jumat depan," katanya.

Ka Satpol PP dan Damkar Payakumbuh sangat menyayangkan para pelanggar perda yang setiap tahunnya selalu melakukan kesalahan. Ia berharap dengan langsung ditindak melalui pengadilan maka para pelanggar ini akan mematuhi perda yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Kota Payakumbuh nantinya.

"Kita tidak ingin ... Baca halaman selanjutnya