Razia Warung di Bulan Puasa, Tim 7 Payakumbuh Tempelkan Stiker Khusus Non Muslim

"Pemasangan itu kita lakukan agar umat Muslim tidak lagi mendatangi rumah makan atau warung tersebut di siang hari selama Ramadan"
Stiker warung makan atau minum khusus non Muslim yang dilakukan Tim 7 Penegak Perda Kota Payakumbuh. (Ist)

PAYAKUMBUH, KLIKPOSITIF -- Terbagi dalam dua tim, Tim 7 Penegak Perda Pemko Payakumbuh yang terdiri dari unsur TNI, Polri, Kejaksaan, dan Satuan Polisi Pamong Paraja (Satpol PP) melakukan razia terhadap sejumlah rumah makan dan kedai minuman yang tetap buka di siang hari selama Ramadan, Kamis (16/5).

Dalam razia yang dipimpin oleh Ketua Harian Tim 7 Penegak Perda Payakumbuh, Devitra tersebut ditemukan beberapa warung dan rumah makan yang tetap buka di siang hari. Dari beberapa titik yang dilakukan razia, hampir semua rumah makan ataupun kedai minuman yang dirazia tengah menerima tamu yang tak berpuasa.

Salah satu warung di Jalan Lingkar Utara Kelurahan Kubu Gadang, Kecamatan Payakumbuh Barat, petugas bahkan sempat kejar-kejaran dengan pelanggan yang tidak menjalankan ibadah puasa dan menikmati santap siang di salah satu rumah makan tersebut.

Setelah berhasil diamankan, empat pria yang diketahui tengah bersantap siang itu kemudian diberikan pengarahan dan diperingatkan untuk tidak mengulang kembali apa yang dilakukannya itu. Sedangkan untuk pemilik warung, Tim 7 menyita nasi dan makanan yang dijualnya.

Selanjutnya, di kawasan Subarang batuang, Tim 7 juga menemukan sejumlah pria yang tak berpuasa tengah makan dan minum di rumah makan tersebut.
Di masing-masing warung yang didatangi tersebut, Tim 7 memasang stiker yang bertuliskan "khusus warung makan/minum non Muslim".

"Pemasangan itu kita lakukan agar umat Muslim tidak lagi mendatangi rumah makan atau warung tersebut di siang hari selama Ramadan," kata Devitra, Kamis (16/5).

Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Satuan Pol PP Payakumbuh itu menjelaskan, sejumlah rumah makan dan kedai minuman yang dirazianya memang sudah langganan razia setiap tahunnya. Tapi, sampai sejauh ini tetap membuka rumah makan atau warung minumnya di siang hari selama Ramadan.

"Mulai tahun ini, untuk membuat mereka jera, mereka yang terjaring akan kita ajukan ke ... Baca halaman selanjutnya