Tiket Pesawat Mahal, Perantau Minang Pilih Mudik Menggunakan Bus

Angkutan umum jenis bus/Ilustrasi
Angkutan umum jenis bus/Ilustrasi (David for KLIKPOSITIF )

PADANG, KLIKPOSITIF - Pengaruh tiket pesawat yang masih merogoh kocek, Perantau Minang lebih memilih menggunakan bus dan kendaraan pribadi untuk mudik. Hingga minggu kedua Ramadan, sudah ada empat organisasi perantau yang menyatakan pulang kampuang bersama dengan menggunakan 1.000 bus.

Empat organisasi perantau tersebut, yakni Sulik Air Sepakat (SAS). Khusus SAS sudah melaporkan akan pulang bersama dengan 1.000 unit mobil. Kemudian, Ikatan Keluarga Kamang Barat, Nagari Koto Aur Malintang Padang Pariaman dan Ikatan Keluarga Kamang Saiyo.

baca juga: Tegas, Gubernur Sumbar: Mudik Dilarang, Titik

Kepala Biro Kerjasama Pembangunan dan Rantau Setdaprov Sumbar, Luhur Budianda memprediksi perantau pulang kampung lebaran tahun ini kurang dari sebelumnya. Berkurangnya perantau itu dipengaruhi tingginya harga tiket pesawat.

"Kami yakin mahalnya tiket pesawat berpengaruh kepada arus dan minat pulang kampung perantau. Namun sebagian ada yang beralih ke jalur darat menggunakan bus dan mobil pribadi," ujarnya, Kamis, 16 Mei 2019.

baca juga: Respon Positif Larangan Mudik, Organisasi Perantau: Gunakan Teknologi Melepas Rindu dangan Keluarga

Diperkirakan, jumlah perantau pulang kampung pada lebaran kali ini bisa mencapai 100 ribu orang lebih. Jumlah itu bisa saja bertambah seiring dengan mendekatnya waktu lebaran.

Menurut Budi, pulangnya perantau sangat membantu perekonomian kampung. Terutama dari putaran perekonomian selama libur lebaran. Diperkirakan mencapai triliunan.

baca juga: Cegah Penularan COVID 19 di Sumbar, Perantau Sumbang Ratusan APD

"Kalau kita hitung bisa triliunan uang yang berputar di Sumbar selama libur lebaran. Sekali pulang perantau akan belanja, wisata belum lagi berbagi THR kepada sanak pamili," sebutnya.

Dia berharap, perantau yang mudik bisa melihat peluang investasi di daerah. Paling tidak investasi di masing-masing nagari tempat asal mereka. Kemudian pemerintah daerah harus menyembut perantau dengan pergelaran kebudayaan di masing-masing kabupaten/kota.

baca juga: Perantau Nagari Rao-Rao Tanah Datar Serahkan Bantuan APD untuk Puskesmas Sungai Tarab

"Daerah harus menghibur dan menyuguhi kesenian di masing-masing daerah, mereka ini jarang pulang, haus akan kesenian lokal tempat mereka dilahirkan," katanya.

Terakhir disampaikannya, Pemprov Sumbar sedang menyusun sejumlah program untuk meningkatkan partisipasi rantau bagi kampung. Seperti melibatkan langsung perantau dalam program nagari.

"Kita inginkan kontribusi rantau, bisa melalui investasi di daerah. Mereka terlibat dalam pembangunan dan jaringan untuk kemajuan nagari," tukas Budi. (*) 

Penulis: Joni Abdul Kasir