Disambangi TSR II, Warga Simpang Kapuak Keluhkan Ambruknya Harga Gambir

"Buya Feri menerima beberapa keluhan dari masyarakat setempat terkait beberapa persoalan seperti akses komunikasi, akses jalan, dan harga komoditi gambir."
Buya Feri menerima beberapa keluhan dari masyarakat setempat terkait beberapa persoalan seperti akses komunikasi, akses jalan, dan harga komoditi gambir. (Ist)

LIMAPULUH KOTA, KLIKPOSITIF - Sebagai wahana membangun komunikasi antara masyarakat dengan pemerintah, Tim Safari Ramadhan (TSR) II Kabupaten Limapuluh Kota yang langsung dipimpin oleh Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan lakukan lawatan ke Masjid An Nur Jorong Simpang Goduang, Nagari Simpang Kapuak, Kecamatan Mungka, Jumat, 17 Mei 2019. Usai gelar buka bersama dan tarawih berjamaah, Wakil Bupati Ferizal Ridwan pimpin dialog bersama masyarakat.

Ferizal Ridwan yang akrab disapa Buya Feri menerima beberapa keluhan dari masyarakat setempat terkait beberapa persoalan seperti akses komunikasi, akses jalan, dan harga komoditi gambir. Menanggapi hal tersebut, menyampaikan bahwa untuk akses komunikasi, pembuatan Tower Telekomunikasi bukan kewenangan dari pemerintah kabupaten.

"Hal ini adalah koordinasi kementerian dan berisfat dipromosikan. Namun pemkab sesuai dengan kewenangannya akan mengusulkan pada pemerintah pusat sebagai pelayanan kepada masyarakat," kata Buya Feri didampingi Kepala Badan Keuangan Kabupaten Limapuluh Kota, Irwandi, Kepala BPS Limapuluh Kota, Heri Suliastio, Sekretaris Bapelitbang, Lisa Angreini, serta Plt Camat Mungka, Eripal.

Kemudian untuk akses jalan, khususnya menuju Jorong Koto Tinggi Kubang Balambak yang belum dapat ditempuh. kendaraan roda empat. Saat ini pihaknya telah mengupayakan perbaikan melalui penggunaan dana desa untuk tahun 2018-2019.

"Namun memang hal tersebut belum cukup memadai menggunakan dana desa. Ke depannya kami akan mengupayakan penambahan anggaran dana APBD untuk perbaikan jalan tersebut," katanya dihadapan jamaah Masjid An Nur.

Selain itu, mengenai permasalahan harga gambir, menurut Ferizal Ridwan pemerintah harus berani menyediakan uang abadi guna menampung panen gambir masyarakat. Sehingga ke depannya dapat menstabilkan harga komoditi gambir yang menjadi salah satu sumber perekonomian masyarakat di daerah tersebut.

"Kedepan kita harus mencari ... Baca halaman selanjutnya