Wagub Sumbar : Sijunjung Harus Punya Pabrik Pengolahan Karet Jadi Ban

Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit saat Safari Ramadan di Masjid Nurul Falah Jorong Taratak Malintang, Kenagarian Limo Koto, Kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat (Sumbar), Jumat malam (17/5)
Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit saat Safari Ramadan di Masjid Nurul Falah Jorong Taratak Malintang, Kenagarian Limo Koto, Kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat (Sumbar), Jumat malam (17/5) (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir )

SIJUNJUNG, KLIKPOSITIF - Kabupaten Sijunjung salah satu daerah penghasil karet terbesar di Sumatera Barat (Sumbar). Namun persoalan saat ini masyarakat belum sepenuhnya sejahterah dari hasil pertanian mereka terutama komoditi karet.

Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit menyampaikan, di Sijunjung perlu ada pabrik pengelolaan karet hingga menjadi bahan jadi. Sehingga harga bisa mahal dan petani sejahterah.

baca juga: Wagub Sumbar: WN Irlandia yang Positif COVID-19 Sudah Berpindah-pindah Hotel di Padang

Hal itu disampaikan saat Safari Ramadan di Masjid Nurul Falah Jorong Taratak Malintang, Kenagarian Limo Koto, Kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat (Sumbar), Jumat malam (17/5).

"Kita harus punya pabrik pengolahan sehingga harga karet kita tidak diatur Malaysia. Bagaimana di Sijunjung ini ada pabrik yang bisa mengelola karet menjadi ban dan bahan jadi lainnya," ujarnya.

Disebutkannya, untuk mewujudkan pabrik pengolahan karet di Sumbar, Gubernur terus bergeriliya keluar negeri mencari investor. "Mudah-mudahan ini bisa terwujud sehingga petani sejahterah," katanya.

baca juga: Hari Kedua PSBB di Sumbar, Wakil Gubernur Nasrul Abit Kunjungi Posko Perbatasan Lima Puluh Kota

Pada kesempatan itu, Nasrul Abit sempat bertanya kepada petani soal harga sawit di Sijunjung. Sontak masyarakat menjawab harga murah dan berkisar Rp 6000 perkilogram.

"Murah pak, hanya enam ribu. Entah kapan akan mahal lagi," jawabnya petani secara bersamaan.

baca juga: Update COVID-19 4 April di Sumbar, Tidak Ada Penambahan Positif, ODP Bertambah Jadi 2.378, PDP 73

Menyikapi itu, Nasrul Abit meminta semua pihak termasuk pemerintah kabupaten harus mencari solusi kongkrit dan bisa mewujudkan pabrik pengolahan karet di daerah itu. "Kami di Pemprov Sumbar sedang mencari peluang ini," tukasnya.

Untuk diketahui, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar, luas kebun karet di Sumbar tahun 2017 seluas 141 131.90 hektare. Di Sijunjung terdapat 33 827.00 ha kebun karet mulai dari yang sudah produksi, tua dan belum produksi.

baca juga: Wagub Sumbar Launching BBD-BBGRM ke-XVII di Agam

Safari Ramadan di Jorong Taratak Malintang didampingi oleh Bupati Sijunjung Yuswir Arifin dan rombongan Safari Ramadan Sijunjung. Pada kesempatan itu Wagub Sumbar juga menyerahkan bantuan sebanyak Rp 20 juta, paket Alquran dan kain sarung  kepada pengurus Masjid Nurul Falah. (*)

Penulis: Joni Abdul Kasir