Omzet Menurun Selama Ramadan, Pedagang Bakso Sebut Karena Banyak Faktor

"Apalagi setelah libur lebaran, tahun ajaran baru sekolah masuk. Terutama untuk kuliah, pasti biaya akan besar. Jadi karena tinggi kebutuhan masyarakat usai Ramadan membuat sepi pembeli dari hari pada biasanya"
Mas Yanto pegadang bakso di Kampung Talang TS-Kambang saat mengembalikan lebihan uang pembeli (KLIKPOSITIF/ Kiki Julnasri)

PESSEL, KLIKPOSITIF -- Yanto (41), seorang pedagang bakso dan mie ayam mengaku, pada Ramadan 1440 Hijriah ini omzet dagangannya merosot. Hal tersebut salah satu akibat sepinya pembeli bakso sejak masuk Ramadan.

Mas Yanto - sapaan akrab Yanto merupakan pedagang bakso di jalan lintas Talang TS, Nagari Kambang Induk, Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan. Tiga tahun menggeluti usaha bakso, pada Ramadan ini ia mengaku omzetnya turun.

Per-porsi, Yanto mematok harga bakso dan mie ayamnya mulai Rp12 ribu dan untuk setengah mangkok Rp 8 ribu. Dan selama Ramadan ini buka dari pukul 17.00 WIB hingga 00.00 WIB yang pada hari biasanya buka pukul 15.30 WIB.

Sepinya pembeli, Yanto mengaku omzetnya sejak Ramadan turun dari Rp600 ribu menjadi Rp250 ribu, sampai Rp300 ribu dari sore hingga malam.

"Agak sedikit merosot, soalnyo akhir-akhir ini pembeli agak berkurang. Kandang ramai, kandangnya sepi," sebut Yanto ditemui KLIKPOSITIF melayani pembeli di warung baksonya.

Sepinya pembeli pada Ramadan ini, kata Yanto banyak yang mempengaruhinya. Terlebih sejak awal Ramadan sejumlah harga naik, dan terlebih tingginya kebutuhan masyarakat saat persiapan lebaran.

"Apalagi setelah libur lebaran, tahun ajaran baru sekolah masuk. Terutama untuk kuliah, pasti biaya akan besar. Jadi karena tinggi kebutuhan masyarakat usai Ramadan membuat sepi pembeli dari hari pada biasanya" jelasnya.

Kendati demikian, Yanto yang sudah berpengalaman menggeluti usaha dagang bakso, tidak begitu pesimis dengan hasil usahanya. Ia yakin, meski demikian, rezki Ramadan itu ada dan akan berlimpah bagi orang berusaha.

"Kalau sekarang kondisinya, begini kita ya tho bersyukur. Karena sedikitpun, itu sudah rezki dari Allah dan harus selalu bersyukur," tutur Yanto yang merupakan keturunan Jogja tersebut. (Kiki Julnasri)