Terowongan Kereta Api Peninggalan Belanda di Sawahlunto Dipugar

" pemugaran dan konservasi merupakan kegiatan rutin dalam pelestarian cagar budaya Kota Sawahlunto"
Wisatawan Memasuki Terowongan Kereta Api Sebelum Dikonservasi (Muhammad Haikal/Klikpositif)

SAWAHLUNTO, KLIKPOSITIF -- Terowongan (Spoorweg Tunel) kereta api peninggalan kolonial Belanda yang menghubungkan Sawahlunto dengan Muaro Kalaban dipugar dan dikonservasi Pemerintah Kota (Pemko) Sawahlunto.

Diketahui, kolonial Belanda butuh waktu dua tahun untuk membuat Spoorweg Tunel atau dibangun pada tahun 1892 dan selesai pada 1894. Biasa dikenal masyarakat setempat dengan sebutan Lubang Kalam.

Kepala Seksi Peninggalan Bersejarah Dinas Kebudayaan, Peninggalan Bersejarah dan Permeseuman Kota Sawahlunto Rahmat Gino mengatakan pemugaran dan konservasi merupakan kegiatan rutin dalam pelestarian cagar budaya Kota Sawahlunto.

"Nilai sejarah dari Lubang Kalam ini sangat tinggi bagi Sawahlunto karena menjadi jalur transportasi satu-satunya untuk mengantarkan hasil Batubara ke pelabuhan Teluk Bayur," katanya di Sawahlunto, Minggu 19 April 2019.

Ia menambahkan, prosesnya sedang berjalan saat ini, sementara yang dilakukan dalam konservasi yakni, pembersihan jalur dari endapan lumpur dan perbaikan saluran pinggir rel.

"Kemudian konservasi dinding pintu Lubang Kalam dan pengecatan dengan menggunakan cat bernafas sebagai cat khusus bangunan cagar budaya," tuturnya.

"Bangunan sepanjang 828 meter ini setelah dipugar dan dikonservasi diharapkan dapat dikembangkan dan dimanfaatkan," sambungnya lagi.(*)