Bawaslu Pessel Tangani Tujuh Laporan Sengketa Pemilu

"dari sejumlah laporan tersebut, diantaranya terkait persaingan antar Caleg diinternal partai yang rata-rata dari terkait perbedaan data salinan C1 dan DAA 1 atau hasil rekap kecamatan."
Ketua Bawaslu Pesisir Selatan, Erman Wadison (KLIKPOSITIF/ Kiki Julnasri)

PESSEL, KLIKPOSITIF -- Pasca 17 April Pemilu 2019, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat menangani sebanyak tujuh laporan dugaan pelanggaran pemilu sejak mulai pencoblosan.

Ketua Bawaslu Pesisir Selatan, Erman Wadison menyebutkan, ke tujuh laporan yang diterima tersebut saat ini sudah proses pada Sentra penegakan hukum terpadu (Gakkumdu), dan menunggu hasil dari proses penanganan kasus tersebut.

"Subtansinya hampir sama, yakni terkait perbedaan data salinan c1 dan DAA1, dengan laporan terkait unsur penggelembungan suara dan lainnya," Erman Wadison pada KLIKPOSITIF di Painan, Senin 20 Mei 2019.

Dia menjelaskan, dari sejumlah laporan tersebut, diantaranya terkait persaingan antar Caleg diinternal partai yang rata-rata dari terkait perbedaan data salinan C1 dan DAA 1 atau hasil rekap kecamatan.

"Yang terlapornya, ada PPK, PPS dan KPPS dan juga ada Caleg. Masalahnya itu karena tidak ada saling kepercayaan antara Caleg di internal partai itu sendiri," jelasnya.

Lanjutnya, dari sejumlah laporan yang telah ditangani, pihaknya konsisten akan memproses kasus tersebut sesuai mekanisme yang berlaku, dan menaati azaz jujur adil dalam pemilu.

"Yang jelas mekanismenya sudah ada jika terbukti melanggar akan disaksi sesuai prosesnya masing-masing," tutupnya. (Kiki Julnasri)