Penurunan Tiket Pesawat, Kadispar Sumbar: Baganti Baruak jo Cigak

"tidak ada penurunan signifikan yang benar-benar memancing perantau pulang dan pengunjung datang ke Sumbar menggunakan pesawat. Hal itu tidak akan berpengaruh kepada kenaikan kunjungan ke Sumbar"
Pesawat di BIM Padang Pariaman (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir )

PADANG, KLIKPOSITIF - Kepala Dinas Pariwisata Sumatera Barat (Sumbar) tidak menyambut baik pemberlakuan tarif baru dari penurunan tiket beberapa hari yang lalu. Pasalnya yang turun hanya batas bawah, sedangkan tarif batas atas tetap tinggi. 

"Sama juga, baganti Baruak jo Cigak (berganti Beruk dengan Cigak). Sama aja bohong," ujarnya, Senin, 20 Mei 2019.

Menurutnya, tidak ada penurunan signifikan yang benar-benar memancing perantau pulang dan pengunjung datang ke Sumbar menggunakan pesawat. Hal itu tidak akan berpengaruh kepada kenaikan kunjungan ke Sumbar

"Mana ada maskapai yang memakai tarif batas bawah," ujarnya.

Dijelaskannya, dampak dari mahalnya tiket pesawat sangat dirasakan pelaku pariwisata terutama, mulai dari travel agen, hotel dan pelaku UMKM di Sumbar.

"UMKM yang paling terpukul, omset pelaku UMKM mengalami penurunan hingga 40 persen, sebab selain tiket mahal juga bagasi berbayar menjadi penyebabnya," terangnya.

Setelah sempat mahal sejak akhir tahun lalu, masyarakat kini bisa menikmati harga tiket pesawat murah. Pemerintah telah menetapkan tarif batas tiket pesawat turun hingga 16 persen.

Dalam aturan Kementerian Perhubungan menetapkan tarif batas atas dan tarif batas bawah baru. Keputusan Menteri Perhubungan No 106 Tahun 2019 tentang Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri. Tarif atas Jakarta - Padang Rp 2.608.000 sementara tarif batas bawah Rp913.000.

Pantauan KLIKPOSITIF dibeberapa penjualan tiket online hari ini harga tiket pesawat Jakarta - Padang berkisar Rp1,2 juta keatas bahkan ada yang menjual Rp1,7 juta. (*)