Aqua Dwipayana Ajak Petugas BPBD Padang Memperkuat Kemampuan Berkomunikasi

"Lemahnya komunikasi membuat kita sulit untuk berkoordinasi. Jadi, petugas BPBD harus memperkuat komunikasinya, supaya mudah untuk berkoordinasi dengan pihak manapun, termasuk dalam penyampaian informasi kebencanaan"
Aqua Dwipayana (baju putih) sahring komunikasi dan motivasi dengan jajaran BPBD Kota Padang, Senin (20/5/2019) (Riki S/Klikpositif)

PADANG, KLIKPOSITIF - Pakar komunikasi sekaligus motivator Nasional, Aqua Dwipayana, meminta jajaran BPBD Kota Padang untuk memperkuat kemampuan berkomunikasi, karena salah satu kunci sukses penanggulangan bencana, adalah sejauh mana kemampuan berkomunikasi yang dimiliki.

Hal itu disampaikannya, saat menjadi pemateri pada sharing komunikasi dan motivasi bersama puluhan petugas dan staf  pimpinan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, di Kantor BPBD Kota Padang, Jalan By Pass-Ketaping, KM 8, Senin, 20 Mei 2019 siang.

Menurutnya, kemampuan berkomunikasi disebut sebagai kunci sukses dalam penanggulangan bencana, karena komunikasi yang baik juga akan mempermudah koordinasi dengan pihak terkait lainnya, termasuk dalam penyampaian data kebencanaan kepada siapapun, terutama media dan masyarakat.

"Lemahnya komunikasi membuat kita sulit untuk berkoordinasi. Jadi, petugas BPBD harus memperkuat komunikasinya, supaya mudah untuk berkoordinasi dengan pihak manapun, termasuk dalam penyampaian informasi kebencanaan," ujarnya.

Disebutkannya, Kota Padang merupakan daerah rawan bencana, terutama tsunami dan banjir. Dalam penanggulangan bencana, kata dia, komunikasi merupakan hal yang sangat vital, dan ini tentunya menjadi tantangan bagi BPBD.

Ia juga menyampaikan, ada tiga komunikasi yang harus dimiliki BPBD. Pertama, cerdas dalam komunikasi waspada. Dalam hal ini, BPBD harus dapat mengenali lokasi rawan bencana dan jangan anggap enteng setiap simulasi yang dilakukan, karena mitigasi itu penyelamat manusia.

Kemudian jika terjadi bencana, jangan saling menyalahkan. "BPBD itu keluarga besar dan harus kompak," bebernya.

Komunikasi yang kedua, katanya melanjutkan, yaitu siap melakukan sosialisasi dan simulasi dalam komunikasi mitigasi bencana secara teratur dan pentig, dengan harapan agar masyarakat memiliki budaya sadar bencana.

Sedangkan komunikasi yang ketiga, adalah komunikasi ... Baca halaman selanjutnya