Pemko Payakumbuh Terapkan Sistem Pengawetan Pascapanen

"Penerapan teknologi sistem pengawetan pascapanen ini dibutuhkan para petani kita untuk bisa menyimpan hasil panennya untuk waktu yang lebih lama"
Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi. (KLIKPOSITIF/Taufik Hidayat)

PAYAKUMBUH, KLIKPOSITIF -- Untuk memberi kesempatan kepada para petani untuk menjual hasil taninya dengan harga yang layak, Pemerintah Kota (Pemko) Payakumbuh menerapkan teknlogi sistem pengawetan pascapanen untuk sayuran dan tanaman holtikultura.

Wali Kota Payakumbuh, Riza Falepi menyebut, penerapan teknologi pascapanen ini dibutuhkan para petani di Kota Randang itu untuk menangani permasalahan pengelolaan untuk produk pertanian, khusus sayuran dan holtikultura.

"Penerapan teknologi sistem pengawetan pascapanen ini dibutuhkan para petani kita untuk bisa menyimpan hasil panennya untuk waktu yang lebih lama," kata Riza Falepi, Selasa (21/5).

Menurut Riza Falepi, dengan bisa menyimpan hasil pertaniannya dengan waktu yang cukup lebih lama, para petani akan memiliki kesempatan untuk menjual hasil panennya ketika harga sayuran dan holtikultura cukup memadai.

"Contohnya, ketika cabai harganya terlalu murah maka bisa diawetkan atau didinginkan untuk beberapa saat dan nanti ketika sudah harga mulai membaik baru dilepas ke pasaran," kata alumni ITB tersebut.

Dikatakan Riza, teknlogi sistem pengawetan pascapanen untuk sayuran dan tanaman holtikultura itu telah melalui proses riset yang memadai.

"Jadi bisa dipastikan dengan mendinginkan sayuran sesuai dengan karakter masing-masing produk, sehingga tidak merusak hasil pertanian itu," kata wali kota dua periode itu.

Dia berharap, dengan diterapkannya sistem pengawetan pascapanen untuk sayuran dan tanaman holtikultura ini, para petani di Kota Payakumbuh akan bisa mendapatkan manfaat maksimal.

"Mudah-mudahan para petani kita bisa mendapatkan harga yang layak ketika waktu panen. Dan ketika memang harganya terlalu rendah ketika panen, mereka bisa menggunakan sistem pengawetan pascapanen ini sembari menunggu harga merangkak naik lagi," pungkas fungsionaris PKS itu mengakhiri. (*)