Untuk 2020, Pemko Payakumbuh Anggarkan Bantuan Beasiswa untuk 900 Siswa SD dan SLTP

"Kita mulai dulu secara bertahap. Untuk 2020 saya minta kita bisa bantu sekitar 900 anak SD dan SLTP. Untuk SD tolong dianggarkan Rp800 ribu peranak dan SLTP Rp1 juta. Pada tahun berikutnya Insya Allah kita coba menyentuh seluruh jenjang pendidikan termasuk SLTA dan tingkat kuliah"
Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi memimpin rapat terkait anggaran beasiswa bersama jajarannya. (Ist)

PAYAKUMBUH, KLIKPOSITIF -- Wali Kota Payakumbuh, Riza Falepi meminta jajarannya agar meningkatkan anggaran yang disediakan untuk beasiswa siswa kurang mampu. Menurut alumni ITB itu, untuk tahun anggaran 2020, Pemko Payakumbuh harus bisa menganggarkan beasiswa bagi 900 siswa kurang mampu di tingkat SD dan SLTP.

"Kita mulai dulu secara bertahap. Untuk 2020 saya minta kita bisa bantu sekitar 900 anak SD dan SLTP. Untuk SD tolong dianggarkan Rp800 ribu peranak dan SLTP Rp1 juta. Pada tahun berikutnya Insya Allah kita coba menyentuh seluruh jenjang pendidikan termasuk SLTA dan tingkat kuliah," kata Riza Falepi.

Untuk bisa melakukan hal itu, Riza Falepi meminta dinas terkait untuk menyusun petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (jukni) dalam pemberian bantuan beasiswa tersebut. Secara khusus ia menekankan terkait proses pendataan yang harus betul-betul dilakukan dengan baik.

"Sesuai ketentuan, penerima Bansos harus ada dalam Basis Data Terpadu (BDT). Karena itu, tolong pendataan ke depan mengacu ke sana. Dan juga mereka harus memiliki KK dan KTP Kota Payakumbuh," jelas Riza.

Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Payakumbuh Syafwal mengatakan, untuk anggaran beasiswa pada tahun berjalan masuk kepada anggaran hibah Bansos yang tidak direncanakan.

"Total anggaran beasiswa untuk tahun 2019 sebesar Rp50 juta," jelasnya.

Sementara itu, Asisten III Setdako Amriul Datuak Karayiang juga melaporkan adanya puluhan warga Payakumbuh penerima beasiswa bidik misi terancam tidak bisa kuliah karena ketiadaan dana untuk berangkat ke kampus yang menerima mereka.

"Beasiswa bidik misi ini baru diberikan setelah enam bulan anak-anak kuliah. Sementara mereka sebagian diterima di perguruan tinggi bergengsi di Pulau Jawa. Mereka tidak ada biaya kesana dan terancam batal kuliah," jelas Amriul.

Menanggapi hal itu, Riza Falepi langsung menginstruksikan Kepala BKD dan Kesra untuk bisa memfasilitasi ... Baca halaman selanjutnya