Kapolri: Masyarakat Jangan Terprovokasi!

"Masyarakat tenang, jangan menuduh aparat pemerintah dan keamanan melakukan tindakan tersebut."
Kapolri Jenderal Tito Karnavian (setkab.go.id)

KLIKPOSITIF -- Kapolri Jenderal Tito Karnavian meminta masyarakat jangan terprovokasi dengan isu-isu yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Salah satu isu yang beredar luas adalah adanya korban dari demonstrasi yang terkena peluru polisi.

"Masyarakat tenang. Jangan menuduh aparat pemerintah dan keamanan melakukan tindakan tersebut," ujarnya dalam konferensi pers menyikapi kondisi terkini aksi 22 Mei, Rabu.

Ia mengatakan polisi memiliki SOP dalam melakukan tindakan, mulai dari soft hingga keras. Anggota polisi, sebutnya, telah memahami itu.

Tito menyebut pihaknya berusaha keras menetralisir situasi. Ia membagi aksi demonstrasi yang dimulai kemarin hingga hari ini menjadi dua kelompok.

Kelompok pertama yang melakukan aksi damai. Kelompok ini selesai melakukan aksi sore hari. Kemudian dilanjutkan dengan salat Tarawih dan selesai pukul 21.00 WIB.

Kelompok kedua menurutnya kelompok yang berbeda. Mereka bukan pendemo, sebut Tito, mereka adalah perusuh. Mereka sekumpulan orang (berjumlah kisaran 300 orang) langsung menyerang aparat.

Tito menyebut telah memprediksi aksi ini sebelunmnya. Oleh karena itu, sebelum aksi tanggal 22, polisi telah mengamankan sejumlah senjata api dengan berbagai tipe.

Konferensi pers menyikapi isu kekinian ini dihadiri Menko Polkam Wiranto, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanyo, dan sejumlah Menteri Kabinet Kerja. (*)