Pemko Payakumbuh Akan Dirikan BUMD Baru untuk Menarik Investor

"Saat ini kita telah mengajukan rancangan peraturan daerah (Ranperda) pendirian BUMD ini ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Payakumbuh untuk nantinya dibahas dan disahkan menjadi Perda"
Wakil Wali Kota Payakumbuh, Erwin Yunaz. (KLIKPOSITIF/Taufik Hidayat)

PAYAKUMBUH, KLIKPOSITIF -- Pemerintah Kota (Pemko) Payakumbuh akan mendirikan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) baru yang bergerak di bidang perhotelan, penggemukan sapi, rendng, da pengemasan produk usaha kecil menengah.

Wakil Wali Kota Payakumbuh, Erwin Yunaz menyebut, pendirian BUMD baru itu ditujukan untuk menggaet investor ke daerahnya. Usaha baru juga dinilainya akan mampu mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus membuka lapangan pekerjaan baru bagi warga Kota Payakumbuh.

"Saat ini kita telah mengajukan rancangan peraturan daerah (Ranperda) pendirian BUMD ini ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Payakumbuh untuk nantinya dibahas dan disahkan menjadi Perda," kata Erwin Yunaz saat ditemui di ruangannya, Kamis (23/5).

Diterangkan Erwin Yunaz, dalam pendirian BUMD nanti pihaknya akan bersinergi dengan pihak swasta. Namun Pemko tetap menjadi pemilik saham mayoritas, minimal 51 persen. Hal itu dinilai Erwin Yunaz akan bisa menarik investor ke Kota Randang itu.

Diakuinya, sejauh ini ada keengganan investor untuk bergerak secara mandiri dalam membuka usaha, sehingga pola berbagi saham diharapkan bisa menggairahkan investasi di daerah.

"Melalui Ranperda yang tengah kita ajukan itu Pemko bisa ikut berpartisipasi, investor akan tertarik karena ada perlindungan investasi dari pemerintah," terang Erwin Yunaz.

Karena rencana pendirian BUMD baru ini masih harus menunggu pengesahan Perda dari DPRD setempat, Erwin Yunaz menyebut, untuk realisasinya baru akan bisa dilakukan tahun depan.

"Untuk tahun ini kita selesaikan dulu Perdanya. Setelanya baru pemerintah bekerja sesuai landasan itu," pungkasnya kemudian. (*)