Dugaan Money Politic, Caleg Gerindra Dapil 3 Padang Terancam Batal Dilantik

"Hingga kini proses di Bawaslu tengah berjalan pada tahap klarifikasi berupa pemanggilan saksi-saksi"
Ketua Bawaslu Padang Dori Putra (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir )

PADANG, KLIKPOSITIF - Calon legislatif (Caleg) Gerindra Dapil 3 Kota Padang inisial AT terancam tidak dilantik karena dugaan melakukan politik uang (money politic) saat Pemungutan Suara Ulang (PSU) di Kelurahan Tarantang dan Kelurahan Batu Gadang Kecamatan Lubuk Kilangan.

Dugaan politik uang AT telah dilaporkan oleh sejumlah masyarakat Tarantang ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Padang beberapa hari lalu. Hingga kini proses di Bawaslu tengah berjalan pada tahap klarifikasi berupa pemanggilan saksi-saksi.

Ketua Bawaslu Kota Padang Dori Putra menyampaikan, jika terlapor AT terbukti dan memenuhi unsur pidana Pemilu setelah melakukan tahap pemeriksaan hingga putusan pengadilan maka yang bersangkutan bisa diskualifikasi atau dihapus kepesertaannya.

"Inikan proses sedang berjalan, jika terbukti dan memiliki hukum tetap dari pengadilan bisa gugur dan tidak bisa dilantik," ujarnya, Jumat, 24 Mei 2019.

Dijelaskannya, proses pemeriksaan perkara berupa laporan akan ditangani secara berjenjang oleh Sentra Gakkumdu mulai dari Bawaslu, Kepolisian dan Kejaksaan. Saat ini tengah dilakukan klarifikasi dari laporan yang masuk.

"Sejak kemarin kami dari telah lakukan pemanggilan saksi sebagai bentuk klarifikasi. Jika dari klarifikasi terpenuhi unsur materil dan formil maka akan dilanjutkan ke kepolisian, nantinya kepolisian juga akan memproses dan terakhir di kejaksaan," terangnya.

Disebutkannya, untuk membuktikan adanya pelanggaran, Bawaslu membutuhkan 2 saksi kunci dengan rentang waktu pemeriksaan 7 hari, namun jika ada keperluan data tambahan, waktu bisa diperpanjang 7 hari lagi.

"Sebaliknya jika tidak ditemukan unsur pelanggan Pemilu maka Sentra Gakkumdu akan memplenokan mementahkan laporan tersebut," katanya.

Sementara sejumlah tokoh masyarakat merasa geram dengan ulah AT yang telah menodai demokrasi dikampung mereka dengan cara politik uang. Hal itu menurut mereka akan merusak generasi ... Baca halaman selanjutnya