Wisata Halal, Wagub Sumbar : Pelayan Hotel Jangan Berpakaian Seksi

"Pengalaman saya di salah satu hotel di Sumbar, ada pegawai hotel pakai stoking robek, seksi pula bajunya. Itu kurang etis ya untuk kita apalagi kembangkan pariwisata halal"
Wagub Sumbar Nasrul Abit (Istimewa )

PADANG, KLIKPOSITIF - Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit mengatakan, pengembangan pariwisata halal di Sumbar harus didukung semua pihak termasuk hotel dan rumah makan.

Menurutnya, halal tidak hanya menyangkut makanan saja tetapi juga pelayan dan fasilitas. Dari pantauannya saat ini masih banyak pelayanan hotel yang berpakaian seksi, tentu saja hal itu tidak menggambarkan syariah sesuai wisata halal.

"Perlu standar operasional untuk di hotel dan rumah makan yang ada di daerah. Kemudian tidak kalah penting penting memiliki sertifikat halal," ujarnya saat memberikan sambutan pada kegiatan ngobrol santai wisata halal, Jumat (24/5) di Aula Nan Tongga Bank Indonesia Sumbar.

Dikatakannya, setiap hotel di Sumbar mesti ada standar operasionalnya, apalagi yang kembangkan wisata halal, terutama pelayanan dengan pakaian pegawai hotel yang muslimah. Lalu, untuk standar rumah makan dari segi memasak dan bahan makannya.

"Pengalaman saya di salah satu hotel di Sumbar, ada pegawai hotel pakai stoking robek, seksi pula bajunya. Itu kurang etis ya untuk kita apalagi kembangkan pariwisata halal," ujarnya.

Kata Wagub, pegawai di hotel tidak mesti selalu memakai pakaian adat Minangkabau. Selain itu pihak hotel dan rumah makan mesti mempersiapkan ini dengan segera, dari segi sarana dan prasarana dalam mewujudkan wisata halal ini.

"Jika diperbaiki dengan segera segala hal yang menunjang wisata halal ini akan meningkatkan kunjungan didaerah. Apalagi wisatawan dari luar yang berkunjung pasti ingin merasakan wisata halal," tuturnya.

Sambung Wagub, dari target 100 persen hingga 2019 ini, pencapaian wisata halal di Sumbar yang diterapkan baru berkisar diangka 50 persen.

"Maka target ini mesti dicapai segera agar wisata halal ini benar-benar terealisasi sepenuhnya, untuk itu secara berangsur-angsur wisata halal mesti disiapkan terutama restoran atau hotel berbintang," tukasnya.

Sementara itu, ... Baca halaman selanjutnya