Hasil Meningkat, Petani Pisang di Padang Pariaman Keluhkan Harga

"Petani menilai, harga pisang hanya menguntungkan pengepul dan pedagang saja"
Beberapa tanaman Buah Pisang di Kebun Masyarakat pada Kawasan Kabupaten Padang Pariaman. (KLIKPOSITIF/Rehasa)

PADANG PARIAMAN, KLIKPOSITIF -- Badan Pusat Statistik (BPS) Padang Pariaman mencatat empat tahun belakangan produksi tanaman pisang meningkat di kawasan itu. Diketahui rata-rata luas produksi mencapai 54.722 hektar dan tersebar di beberapa kawasan.

Peningkatan produksi tanaman pisang itu sesuai dengan data yang KLIKPOSITIF himpun dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan. Produksi pisang dipengaruhi oleh luas lahan tanaman pisang.

Dalam data tersebut, tanaman pisang terluas ada di Kecamatan Patamuan dengan luas 82.55 hektar (Ha), kemudian disusul oleh luas tanaman di Kecamatan Sungai Geringging luas 46.83 Ha dan Kecamatan Lubuk Alung luas 36.20 Ha.

Lalu, Kecamatan Sintuk Toboh Gadang luas 15.233 Ha, Kecamatan Nan Sabaris luas 26.64 Ha, Kecamatan VII Koto Sungai Sarik luas 29.23 Ha, Kecamatan Padang Sago luas 23.526 Ha, Kecamatan V Koto Kampung Dalam luas 18.310 Ha, Kecamatan V Koto Timur luas 25.000 Ha dan Kecamatan Batang Anai luas 15.000 Ha.

Luas tanaman pisang di wilayah tersebut memang tak mengherankan, pasalnya selain keberadaan kebun pisang, hampir keseluruhan masyarakat disana menanam pisang di pekarangan rumah. Meskipun begitu, warga tidak dapat menggantungkan perekonomian pada tanaman pisang.

Keterangan dari beberapa warga mengenai alasan mereka tidak bisa mengandalkan pisang sebagai penopang perekonomian adalah perihal harga. Petani menilai, harga pisang hanya menguntungkan pengepul dan pedagang saja.

"Mana bisa bergantung hidup pada tanaman pisang. Harganya sangat rendah, Rp300 per biji. Satu batang cuma dibayar Rp30 ribu," jelas Arifko (30), petani pisang asal Patamuan.

Terkadang, kenang Arifko, beberapa tahun belakangan dia mengaku malas mengurus tanaman pisang. Tanaman itu dibiarkan saja hidup dan saat panen tiba tinggal dibacok. "Malas ngurusnya, kalau harga seperti itu saja," katanya.

Kondisi itu menggambarkan banyak petani tidak serius dalam mengelola tanaman pisang. ... Baca halaman selanjutnya