Puncak Arus Mudik di Sumbar 29 Mei, Arus Balik 9 Juni 2019

"Kemungkinan ada pergeseran puncak arus mudik akan jatuh pada tanggal 29 Mei atau 30 Mei 2019"
Ilustrasi/KLIKPOSITIF (Istimewa )

PADANG, KLIKPOSITIF - Dinas Perhubungan (Dishub) Sumbar memprediksi puncak arus mudik akan terjadi pada Jumat (31/5). Perkiraan waktu keberangkatan terjadi pada pukul 06.00 WIB sampai 08.00 WIB. Namun, perlu diperhatikan bahwa pada 30 Mei 2019 merupakan hari libur Kenaikan Isa Almasih.

"Sesuai kalender persiapan lebaran 2019, pada 31 Mei ini ditetapkan sebagai cuti bersama, kemungkinan ada pergeseran puncak arus mudik akan jatuh pada tanggal 29 Mei atau 30 Mei 2019. Untuk arus balik, diperkirakan pada tanggal 9 Juni 2019," kata Kepala Dishub Sumbar Heri Nofiardi, Senin, 27 Mei 2019.

Menurut Heri, musim mudik tahun ini pemudik lebih banyak pulang kampung ke Sumbar dengan angkutan darat. Alasannya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah menyediakan 11 bus angkutan lebaran secara gratis untuk perantau Minang di Jakarta yang ingin mudik ke kampung halamannya.

"Bus yang digunakan berkapasitas 38 penumpang. Ini bertujuan untuk mengurangi angka kecelakaan di jalan. Ya mudah-mudahan pada mudik tahun ini aman terkendali," harap Heri.

Heri menjelaskan, bahwa mudik gratis ini merupakan program dari Kemenhub untuk perantau di Jakarta yang ingin mudik ke Padang. Mereka bisa melakukan pendaftaran di Kementerian Perhubungan atau melihat informasi di: https://mudikgratis.dephub.go.id.

"Dengan arus mudik terutama di jalur darat ini meningkat, kami telah menyiapkan sejumlah antisipasi jalur yang akan ditempuh para perantau," sebut Heri.

Dishub, sambung Heri, ingin memastikan jalur mudik di Sumbar akan aman sehingga para perantau dapat berkumpul dengan keluarga di kampung halaman menikmati momen Idul Fitri. Dia juga menyinggung mengenai penurunan jumlah pemudik dengan transportasi udara.

"Penyebabnya tidak lain karena kenaikan harga tiket pesawat sejak akhir 2018 lalu. Terlebih pada musim mudik ini, tiket pesawat sulit dijangkau oleh perantau terutama kelas menengah ke bawah," tukasnya. (*)