Ayo Serbu Pasar Murah dan Dapatkan Vaucher Belanja di Jalan Chatib Sulaiman Padang

"Panitia menyediakan 1.500 voucher belanja. Voucher itu bisa didapatkan oleh masyarakat, dengan cara mendaftar terlebih dahulu kepada panitia"
Wagub Sumbar Nasrul Abit sedang melihat produk yang di jual di pasar murah (Istimewa )

PADANG, KLIKPOSITIF - Pemerintah Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) kembali menggelar pasar murah sebagai upaya mengendalikan inflasi dan memberikan keringanan kepada masyarakat berpenghasilan rendah di daerah tersebut.

Kali ini pasar murah digelar oleh Dinas Koperasi dan UKM Sumbar di halaman kantornya jalan Chatib Sulaiman Padang.

Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit mengatakan, selain menjual produk UMKM dalam pasar murah juga diberikan voucher belanja kepada masyarakat agar mereka bisa menukarkan dengan gula pasir, minyak goreng, ayam potong, telur ayam, dan cabe.

"Jadi ada semacam subsidi berupa vaucher sebesar Rp 5.000 sampai dengan Rp10.000 tergantung komoditi," ujarnya, Senin, 28 Mei 2019.

Dilanjutkannya, untuk subsidi sembako panitia menyediakan 1.500 voucher belanja. Voucher itu bisa didapatkan oleh masyarakat, dengan cara mendaftar terlebih dahulu kepada panitia. Vaucher hanya berlaku untuk bahan sembako.

"Subsidi untuk sembako ini diadakan untuk membantu masyarakat menikmati harga yang lebih murah dari pasaran. Sehingga, masyarakat bisa mengirit belanjaan menjelang lebaran," ujar Nasrul Abit.

Menurut Kepala Dinas Koperasi dan UKM Zirma Yusri melaporkan, bahwa dalam pelaksanaan bazar ini bertujuan untuk memberikan pelayanan pada masyarakat memenuhi kebutuhannya menjelang dan sampai lebaran dan sekaligus agar UMKM Sumbar memiliki ruang dengan konsumen lokal maupun domestik saling berinteraksi dan bersilahturahmi.

"Sumbar memiliki potensi yang cukup banyak yang bisa dikembangkan, sesuai data statistik Sumbar jumlah UMKM sebanyak 593.100 yang terdiri dari Mikro sebanyak 531.350 (89,59) persen sedangkan pelaku usaha kecil 53.431 (9,01) persen, pelaku usaha menengah 7.990 (1,33) persen dan untuk pelaku usaha besar sebnayak 419 (0,007) persen," terangnya.

"Kami berharap untuk mendorong UKMK bisa lebih berperan dalam menghasilkan produk-produk yang inovatif dan kreatif, agar tumbuh ... Baca halaman selanjutnya