Angkasa Pura II : Penurunan Tiket Tidak Berpengaruh Signifikan Terhadap Peningkatan Penumpang

Pesawat di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Padangpariaman
Pesawat di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Padangpariaman (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir )

PADANG,   KLIKPOSITIF - Executive General Manager Angkasa Pura II Cabang Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Dwi Ananda Wicaksana, mengaku terjadi penurunan pergerakan pada mudik lebaran baik penumpang maupun maskapai tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya.

Penurunan mencapai 25 hingga 30 persen. Angkanya pergerakan penumpang tahun lalu sebanyak 8000 perhari sementara tahun ini hanya mencapai 7000 saja.

baca juga: AP II Jalankan Protokol COVID-19 di BIM, Sejumlah Penumpang Batal Berangkat menuju Soetta

"Pemberlakuan penurunan tarif baru hingga 16 persen sudah mulai ada peningkatan penumpang di BIM namun tidak terlalu signifikan," ujarnya saat pembukaan Posko Terpadu Angkutan Lebaran 2019 di BIM, Rabu, 29 Mei 2019.

Menurutnya, rentang waktu kenaikan tiket yang cukup lama membuat masyarakat beralih kepada angkutan darat dan laut. Walaupun akhir-akhir ini dilakukan penurunan. Apalagi untuk mudik lebaran masyarakat memesan tiket jauh-jauh hari.

baca juga: Pesawat Dilarang Angkut Penumpang, Gubernur: Kargo Dibolehkah, Sumbar Butuh Pengiriman APD

"Masyarakat berfikir akan terjadi kenaikan dalam jangka waktu lama (sejak Januari) sehingga mereka akan memutuskan jalur laut dan darat," ujar Dwi.

Walaupun tidak sebaik tahun lalu namun beberapa hari terakhir pergerakan penumpang sudah memperlihatkan trend positif dengan angka 7.700 perhari. Mengikuti trend positif tersebut beberapa maskapai sudah mengajukan extra flight.

baca juga: Mulai 14 April, BIM akan Beroperasi Mulai Pukul 08.00 WIB Hingga Pukul 20.00 WIB

"Permintaan extra flight dari batik 3 pesawat ditambah Garuda, dan Ekspres. Kemudian Lion ada perubahan menggunakan pesawat lebih besar. Diperkirakan akan ada 18 penerbangan tambahan. Dibandingkan tahun lalu masih kurang, namun ini masih awal kemungkinan masih ada tambahan," ulasnya.

Dwi menyampaikan puncak arus pergerakan penumpang di BIM akan berlangsung sejak 31 Mei hingga 2 Juni dan ada kemungkinan mencapai 4 Juni 2019. Sedangkan arus balik diprediksi terjadi 9 Juni sebab pada tanggal 10 sudah memasuki masa sekolah.

baca juga: Sudah Ada yang Terkonfirmasi Positif di Sumbar, BIM Semakin Tingkatkan Pengawasan Penumpang

"Untuk kesepian arus mudik dan balik lebaran, hari ini kami bersama tim dari Otoritas Bandara, Kepolisian dan AU dan tenaga medis telah membuka Posko Terpadu Angkutan Udara 2019," tukasnya. (*) 

Penulis: Joni Abdul Kasir