PHRI Sebut Okupansi Hotel di Sumbar Turun 30 Persen

"Mahalnya tiket pesawat sangat berpengaruh besar bagi tingkat hunian atau okupansi hotel di Sumbar"
Ilustrasi (KLIKPOSITIF/Haswandi)

BUKITTINGGI, KLIKPOSITIF -- Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumbar, Maulana Yusran atau akrab disapa Alan, menyebut mahalnya tiket pesawat sangat berpengaruh besar bagi tingkat hunian atau okupansi hotel di Sumbar.

Hal ini terjadi semenjak Januari 2019 hingga lebaran Idul Fitri 2019, yang mana hunian hotel mengalami penurunan.

"Berbicara okupensi hotel secara nasional turun dari 20 hingga 40 persen, mulai Januari hingga sekarang. Untuk Sumbar sekitar 30 persen lah," ujar Alan saat berada di Kota Bukittinggi.

Menurut Alan, setiap lebaran selalu berbicara tentang extra flight atau tambahan penerbangan yang dilakukan maskapai. Tapi lebaran 2019 ini menurut Alan tidak ada extra flight, bahkan menurut Alan flight yang ada saja berkurang.

"Lebaran kali ini sudah nampak terproyeksikan, akan terjadi penurunan. Kan ada istilah dari kementerian,akan digantikan dengan moda transportasi darat. Moda transportasi darat itu berbeda antara di Jawa dan Sumatera," ujarnya.

Alan melanjutkan, kalau di Jawa banyak moda transportasi pengganti, seperti Kereta Api, ada jalan tol. "Kalau di Sumatera bagaimana? di Sumbar aja belum ada tol," sambungnya. (*)